Direktorat PSKBS Kemensos Lestarikan Semangat Gotong-Royong

Direktorat PSKBS Kemensos Lestarikan Semangat Gotong-Royong

SHNet, Jakarta –  Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial memberikan bantuan kepada komunitas masyarakat untuk melestarikan gotong-royong dalam bentuk upaya membangkitkan kearifan lokal maupun keserasian sosial. Bantuan tersebut diberikan supaya semangat gotong-royong di masyarakat tetap terjaga.

Upaya pemberian bantuan ini dilakukan terus menerus sebagai perwujudan amanat yang diberikan Undang-Undang No 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial. Bahkan upaya ini dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Kasubdit Pencegahan, Keserasian Sosial dan Kearifan Lokal Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS), Kemensos Helmi DT.R Mulya mengatakan, semangat menjaga kearifan lokal dan gotong-royong harus tetap dipelihara karena kondisi objektif yang ada saat ini memiliki kerawanan sosial yang berujung pada konflik sosial.

“Sekarang ini banyak timbul konflik di masyarakat. Ini akibat nilai-nilai kebijaksanaan lokal (local wisdom) yang ternyata mulai tergerus. Budaya yang dulu perekat tergerus, pudar, dan dilupakan,” ujarnya.

Kondisi ini, menurut Helmi, sangat merugikan karena bentuk pranata adat dan kearifan lokal tidak lagi menjadi rujukan media perdamaian.

“Penyebabnya kemajuan teknologi 4.0 berpengaruh besar pada hubungan personal di dalam masyarakat kita. Membuat kohesivitas, toleransi, dan gotong royong ditinggalkan,” katanya.

Salah satu cara membangkitkan kearifan lokal adalah membentuk penguatan kearifan lokal yang sepenuhnya dilakukan masyarakat. “Bentuknya bisa berupa alat seni dan upacara adat,” ujarnya.

Untuk kearifan lokal, komunitas masyarakat tersebut mendapatkan bantuan Rp 50 juta. “Ini seperti membangkitkan batang yang terendam,” ujarnya.

Setelah mendapatkan bantuan, mereka wajib mementaskan karya seni yang sesuai dengan proposal yang diajukan. Bantuan yang diberikan itu tidak kena pajak.

Hingga tahun 2018, Direktorat PSKBS telah memberikan bantuan kepada 200 komunitas untuk program kearifan lokal dan 250 program keserasian sosial.

Berbeda dengan kearifan lokal, dana bantuan yang diberikan untuk program keserasian sosial lebih besar, yakni sebanyak Rp 150 juta. Segala bantuan yang diberikan itu tidak lagi dipungut pajak. (Ina)