Sistem Mata Uang Tunggal Di Malaysia Dan Singapura Berakhir

Sistem Mata Uang Tunggal Di Malaysia Dan Singapura Berakhir

Jakarta, 10 Mei 1973 – Sistem mata uang tunggal di Malaysia dan Singapura yang telah berlaku sejak tahun 1967 mulai Selasa sore tidak berlaku lagi sesudah adanya keputusan pemerintah Malaysia untuk mengakhiri sistem tukar secara bebas antara mata uang kedua negara.

Wartawan “Reuter” Christhopher Pritchett di Kuala Lumpur menulis keputusan itu menandai keretakan lain dalam hubungan kedua negara. Mata uang Straits Dollar yang didukung oleh Poundsterling tersebut telah menjadi mata uang tunggal di Singapura dan Malaysia sampai tahun 1967.

keputusan untuk menciptakan mata uang yang terpisah antara Malaysia – Singapura dan Brunei itu adalah lanjutan dari keluarnya Singapura dari Federasi Singapura.
Ketiga negara tersebut selanjutnya masih menyetujui untuk saling tukar-menukar mata uang mereka secara bebas.

Keputusan untuk mengakhiri saling tukar dollar Singapura dan Malaysia secara bebas itu merupakan tindakan terakhir dari serangkaian pembatasan yang dikenakan oleh kedua negara satu sama lainnya selama beberapa tahun dan menimbulkan kerugian bagi orang awam.

Pengawasan terhadap paspor telah dikerahkan di perbatasan yang menghubungkan kedua wilayah sejak beberapa tahun yang lalu yang kemudian disusul oleh peraturan pengisian formulir waktu kunjungan yang diperlukan untuk memasuki wilayah Malaysia.

Disamping itu masih ada peraturan pengawasan pajak atas barang milik tertentu. Kini muncul pula beberapa syarat di dalam pertukaran valuta masing-masing negara, demikian tulis wartawan “Reuter”. (SH)