Presiden Akan Buka “Pertemuan Asia”

Presiden Akan Buka “Pertemuan Asia”

Malik : Bukan Untuk Tandingi ICC

Jakarta, 13 Mei 1970 – Baik Menteri Luar Negeri Adam Malik maupun Duta Besar Kamboja di Jakarta, Nou Hach, hari Selasa kemarin menyatakan bahwa Perdana Menteri Lon Nol tidak akan turut menghadiri “Pertemuan Negara-NegaraAsia” di Jakarta tanggal 16 dan 17 Mei.

Hal itu dinyatakan atas pertanyaan para wartawan tentang berita akan hadirnya Perdana Menteri Kamboja dalam “Pertemuan Asia” itu. Keduan pembesar itu menjelaskan, bahwa keadaan di Kamboja belum mengijinkan pemimpin Kamboja itu memimpin sendiri delegasi Kamboja ke Jakarta.

Yang akan memimpin delegasi Kamboja nanti adalah Menteri Luar Negeri Kamboja Yem Sambaur. Dengan hadirnya Menlu Sambaur, maka tercatat tujuh negara yang akan dipimpin oleh Menteri Luar Negeri masing-masing yaitu Filipina, Malaysia, Australia, New Zealand, Vietnam Selatan, Jepang dan Kamboja.

Beberapa negara lainnya masih akan dipimpin oleh para Duta Besar mereka di Jakarta. Sementara itu didapat keterangan, Presiden Soeharto akan membuka “Pertemuan Asia” itu di gedung Bina Graha dan akan memberikan amanatnya. Hari Selasa siang dengan didampingi oleh Menteri Luar Negeri Adam Malik,

Sekjen Deplu Ny. Artati Marzuki Sudirdjo, Dirjen Politik Anwar Sani dan Kepala Direktorat Asia-Pasifik Soepardjo, Presiden Soeharto telah mengadakan peninjauan ke gedung Bina Graha. Para petugas Deplu, dewasa ini sedang sibuk mempersiapkan gedung tersebut bagi keperluan sidang “Pertemuan Asia”. Menurut Humas Deplu lebih 27 wartawan Jepang termasuk wartawan televisi sudah mendaftarkan diri untuk meng-cover pertemuan tersebut.

Wartawan dalam dan luar negeri lainnyajuga tercatat dalam jumlah cukup besar, yaitu lebih dari 30 orang. Ruangan bagi para wartawan oleh panitia disediakan untuk sebanyak 100 orang. Panitia di Bina Graha mengatakan, bahwa jumlah peserta adalah 12 negara masing-masing akan disertai oleh paling sedikit tiga anggota delegasi. Mereka diharapkan sudah tiba semua di Jakarta tanggal 15 Mei 1970.

Bukan untuk tandingi ICC

Pertemuan Asia yang akan berlangsung akhir pekan mendatang bukan untuk menandingi badan lain yang ada dan juga tidak hendak menandingi ICC. Demikian pernyataan Adam Malik di depan wartawan Ibukota yang mengemukakan beberapa pertanyaan beberapa saat sebelum memimpin rapat kerja staf Deplu di tempat kediaman resminya Senin malam yang lalu.

Seperti diketahui ICC (Internasional Controle Commission) didirikan untuk mengawasi pelaksanan Persetujuan Jenewa tahun 1954, tentang Indo-China yang anggotanya terdiri dari Polandia, Kanada dan India – Red. Mengenai ICC ini, Adam Malik mengatakan Indonesia sudah mengundang semua pihak yang berkepentingan tanpa diskriminasi, khususnya negara di wilayah Asia dan Pasifik unutk ikut serta memberikan sahamnya dalam usaha mengatasi situasi Kamboja itu. (SH)