Pintar dan Berani, Kunci Orang Sukses

Pintar dan Berani, Kunci Orang Sukses

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir usai memberikan kuliah umum "Peningkatan Softskill Mahasiswa Program Bidikmisi dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0" di Gedung Soetardjo Universitas Jember, Minggu (7/4). (Dok. Humas Kemenristekdikti)

SHNet, Jember- Tidak perlu kaya dulu baru bisa disebut orang sukses. Pintar dan berani itulah kunci untuk orang sukses.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir dalam kuliah umum “Peningkatan Softskill Mahasiswa Program Bidikmisi dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” di Gedung Soetardjo Universitas Jember, Minggu (7/4).

Menristekdikti mencontohkan kepada mahasiswa dan mahasiswi Bidikmisi, bahwa dirinya dulu turut berjuang saat berkuliah di Universitas Diponegoro.

“Saya sendiri anak petani. Orang tua saya tidak mampu membiayai saya kuliah di Perguruan Tinggi di Universitas Diponegoro saat itu. Saya kerja sambil kuliah. Saya tidak pernah bermimpi dari anak petani sampai sekarang bisa menjadi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi di Indonesia. Untuk itu, anda sekalian juga harus bisa,” ungkap Nasir menyemangati para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir.

Selanjutnya, Menristekdikti juga memberikan saran kepada para mahasiswa dan mahasiswi Bidikmisi agar dapat melampaui mahasiswa dan mahasiswi lainnya.

“Kalau Anda ingin sukses, ada kunci yang Anda perlu pahami, yaitu pintar, kendel , dan benar. Anak Bidikmisi biasanya sudah pintar, tapi kendelnya harus ditambah. Kendel itu bahasa Indonesianya berani. Pintar tapi tidak kendel , bisa jadi pengangguran. Kendel tapi ga pintar, jadi ngawur . Jangan sampai seperti itu ya. Kita juga harus selalu benar,” arahan Menteri Nasir di hadapan sekitar 500 mahasiswa dan mahasiswi Bidikmisi dari Universitas Jember dan Politeknik Negeri Jember.

Turut hadir dalam kuliah umum ini Direktur Kemahasiswaan Kemenristekdikti Didin Wahidin, Rektor Universitas Jember Mohammad Hasan, Direktur Politeknik Negeri Jember Nanang Dwi Wahyono, Kepala Unit Program Belajar Jarak Jauh Universitas Terbuka (UPBJJ-UT) Jember Mohammad Imam Farisi, para pejabat di perguruan tinggi negeri di Jember, serta mahasiswa dari Universitas Jember, Universitas Terbuka di Jember, Politeknik Negeri Jember, serta Universitas Islam Jember. (Stevani Elisabeth)