Pendamping PKH dan BPNT Punya Andil Perangi Kemiskinan

Pendamping PKH dan BPNT Punya Andil Perangi Kemiskinan

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita bersama dengan para penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Bogor. (Ist)

Merujuk pada survei yang dirlis Badan Pusat Statistik (BPS) pada September 2018, angka kemiskinan di Indonesia kembali turun dari 9.82 persen ke 9.66 persen, sedangkan ketimpangan (gini ratio) turun menjadi 0.389 persen. Survei serupa kembali dilakukan BPS pada bulan Maret 2019.

Penurunan angka kemiskinan dan gini ratio tidak lepas dari peran dan kerja keras para pendamping Program keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Teman-teman SDM PKH dan BPNT perlu tahu angka-angka tersebut karena kontribusi ini tidak dapat lepas dari sumbangsih dan kerja keras para SDM PKH dan BPNT dalam menyukseskan penyelenggaraan PKH dan program BPNT dan Rastra,” ujar Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita pada penyaluran PKH dan BPNT di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Jumat (5/4).

Mensos menyatakan bahwa para pendamping PKH dan BPNT harus bangga karena mereka juga punya andil dalam memerangi kemiskinan. “Teman-teman sudah berjibaku di lapangan dengan luar biasa. Apapun hasil surveinya, angka kemiskinan dan gini ratio sudah membaik,” kata Mensos.

Sementara itu, Bansos Rastra (Beras Sejahtera) akan ditransformasikan ke BPNT secara penuh pada Juli 2019. Karena masalah infrastruktur teknologi, Mensos menjelaskan ada daerah-daerah yang tidak bisa ikut dalam program tersebut dan harus menerapkan kebijakan-kebijakan ad hoc.

Mengutip pernyataan Presiden, Kartu Sembako Murah juga akan diberikan kepada KPM untuk mendapatkan diskon saat membeli sembako. Nantinya, diskon akan disesuaikan dengan anggaran.

Dalam kegiatan kali ini, Kementerian Sosial berhasil menyerahkan Bantuan Tahap II PKH sebesar Rp 91.225.375.000 kepada 132.533 keluarga dan Bantuan Tahap III BPNT sebesar Rp 20.898.900.000 kepada 189.990 keluarga di Kabupaten Bogor. Bantuan disalurkan atas kerjasama dengan Bank BNI.

Mensos juga mensosialisasikan program PKH dan BPNT. Aspek-aspek yang disampaikan antara lain adalah komponen PKH, hak dan kewajiban sebagai peserta PKH, pemanfaatan bantuan PKH, dan transformasi penyaluran bantuan.

“Sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo, seluruh bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai dengan menggunakan KKS. Bantuan dapat dicairkan di ATM, E-warong, agen bank yang ditunjuk maupun outlet bank terdekat,” kata Mensos. (*)