Bangsa Yang Membangun Harus Melihat Kedepan

Presiden Soeharto Pada Hari Penerbangan Nasional :

Bangsa Yang Membangun Harus Melihat Kedepan

Jakarta, 9 April 1971 – Presiden Soeharto pada Ulang Tahun Hari Penerbangan Nasional, Jum’at pagi mengatakan bahwa bangsa yang membangun harus melihat kedepan dan bekerja untuk masa depan. Pembangunan kekuatan penerbangan nasional kita harus melihat jauh kekaki langit di depan, tetapi bukan menoleh pada jalan yang telah kita tinggalkan di belakang.

Selanjutnya Presiden mengatakan, pembangunan masa depan kita itu, antara lain tergantung pada pembangunan kekuatan penerbangan nasional. Tanpa perhubungan yang baik di darat, di laut maupun di udara tidak mungkin kita menjadikan Indonesia sebagai satu kekuatan ekonomi, kesatuan politik, kesatuan pertahanan keamanan.

Ditandaskan selanjutnya, kita harus menyadari bahwa dalam masa pembangunan sekarang ini, kita tidak boleh hanya mengagumi prestasi masa lampau.
Kita mengetahui semua, demikian Soeharto, bahwa dalam masa perjuangan dan pembangunan, kepercayaan sangat menentukan tanpa kepercayaan, kita sebenarnya telah lumpuh sebelum berbuat.

Menurut Presiden, walaupun kita sangat ketinggalandalam dunia penerbangan, tetappi kekuatan dirgantara nasional adalah sangat besar artinya dalam rangka pembinaan ketahanan nasional di masa depan, dan juga dalam menghadapi perkembangan keadaan di wilayah sekitar Asia Tenggara, Samudera Indonesia.

Harus selaras
Dikatakan selanjutnya pembangunan kekuatan penerbangan nasional juga harus selaras dengan pembangunan perhubungan di darat dan di laut agar seluruh potensi perhubungan kita benar-benar merupakan satu kesatuan kekuatan pembangunan.
Presiden berkata, walaupun Indonesia telah memiliki armada niaganya, namun dalam mebina kekuatan penerbangan nasional, kita tidak boleh hanya menggunakan pesawat atau peralatan buatan orang lain. Dalam jangka panjang kita harus dapat membauat pesawat terbang sendiri.

Pada upacara HUT Penerbangan Nasional, Jum’at pagi di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Presiden berkenan menerima wing kehormatan yang disematkan oleh KSAU Laksamana Madya Udara Soewoto Sukendar.

HUT Hapenas cukup menarik
HUT hapenas di Parkir Timur Senayan Jum’at pagi itu mendapat perhatian besar dari masyarakat.
Selesainya upacara pokok, diadakan Fly Pass dimulai dengan pesawat gelatik dengan memabwa banner berisikan “Dirgahayu Hapenas” kemudian disusul pesawat Dakota, pesawat Bea Cukai, Bomber dan pesawat perang lainnya milik AURI seperti Mig, dan sebagainya.

Acara diakhiri dengan peresmian pembukaan “Pekan Dirgantara Nasional 1971” di Istora Senayan oleh Presiden beserta Ibu didampingi Menteri Perhubungan RI dan KSAU. (SH)