Tahun Ini, Kartu BPNT Bisa Digunakan Beli Minyak Goreng

Tahun Ini, Kartu BPNT Bisa Digunakan Beli Minyak Goreng

Menteri Sosial Agus Gumiwang menyerahkan Kartu BPNT pada warga penerima manfaat (Ist)

PENERIMA Kartu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tidak hanya lagi dapat membeli telur dan beras. Pada tahun 2019 ini, Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pengguna Kartu BPNT dapat juga membeli gula dan minyak goreng.

Menurut Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, kebijakan ini dibuat agar penerima Kartu BPNT bisa lebih leluasa untuk memenuhi kebutuhan pangan. Pasalnya kebutuhan pangan tidak hanya telur dan beras saja.

Sesuai dengan rencana, kebijakan ini akan tercantum di dalam Permensos yang akan terbit nanti. Meski menambah bahan pangan yang dapat dibeli, namun jatah BPNT per keluarga tetap sama yaitu Rp110.000 per kepala keluarga.

Hal ini selaras dengan program pembangunan berkelanjutan PBB tentang mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan, dan perbaikan nutrisi.

“Mungkin saja ada yang tidak bisa makan telur karena mereka alergi, jadi bisa digunakan untuk membeli yang lain. Tujuannya lebih agar mereka fleksibel saja dalam berbelanja kebutuhan,” ujar Mensos beberapa waktu lalu.

Penerima Kartu BPNT (Ist)

Rencananya, kebijakan ini akan tercantum di dalam peraturan menteri sosial yang akan terbit sebentar lagi. Meski menambah bahan pangan yang dapat dibeli, namun jatah BPNT per keluarga tetap sama yakni Rp110 ribu per kepala keluarga, sesuai dengan yang tercantum di dalam Peraturan Menteri Sosial Nomor 11 Tahun 2018 tentang Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai.

Pembelian komoditas ini masih tetap hanya diperbolehkan di e-warong, yakni agen bansos rastra yang telah bekerja sama dengan bank penyalur BPNT. Selain itu, penerima manfaat akan tetap membeli komoditas tersebut dengan harga pasar.

Kendati demikian, pemerintah masih belum membuka peluang untuk menambah bahan pangan lain yang sedianya bisa dibeli menggunakan kartu BPNT. “Karena takutnya kalau semakin banyak komoditasnya, itu bisa semakin tak teratur,” tuturnya.

Selain menambah jumlah bahan pangan BPNT, Agus juga berharap realisasi penerima BPNT bisa mencapai 100 persen di tahun ini. Sebelumnya, bantuan sosial pangan dibagikan dalam dua kelompok, yakni bantuan sosial beras bagi rakyat sejahtera (bansos rastra) dan BPNT.

Adapun hingga saat ini, penerima BPNT sudah mencapai 10 juta KK dan penerima bansos rastra masih tercatat 5,3 juta KK.

“Tentu saja semua penerima bansos rastra lambat laun akan transformasi ke BPNT, insyallah tahun ini tercapai semua. Selama ini memang transformasi ini secara bertahap karena ada daerah yang dianggap lebih sulit karena infrastrukturnya berat, misalnya berkaitan keberadaan telekomunikasi internet,” paparnya.

Sekadar informasi, anggaran BPNT tahun ini mencapai Rp2,1 triliun yang masuk ke pagu anggaran Kementerian Sosial sebanyak Rp41,1 triliun. (*)