Rudi Juara All England

Rudi Juara All England

Malaysia Juara Ganda Putra, Jepang Ganda Putri

Jakarta, 28 Maret 1971 – Rudy Hartono Kurniawan (Indonesia) berhasil mempertahankan mahkota single putera kejuaraan bulutangkis dunia tidak resmi “All England” empat kali berturut-turut setelah dalam final yang dilangsungkan Sabtu malam di Wembley Empire-pool (London) menggulingkan Muljadi dengan straight-set 15-1 dan 15-5.

menurut “Reuter” Rudy Hartono menghadapi rekan senegaranya di final, berada dalam top-formnya dan tidak pernah memberikan satu kesempatan bagi Muljadi.

Point pertama diraih Muljadi
Point pertama dalam “All Indonesian Final” Rudy Hartono vs Muljadi ini dihasilkan oleh Muljadi. Hartono dalam set pertama ini mempertunjukkan suatu permainan cepat dengan menempatkan shuttle cock pada pojok yang sulit bagi Muljadi.
Beberapa kali terjadi pertarungan mengesankan, namun Hartono membuktikan ia berada pada formnya yang baik dan tidak lagi memberikan kesempatan bagi rekannya menambah point pertama yang dihasilkannya.

Set kedua Rudy Hartono berhasil terlebih dahulu unggul hingga 2-0, tetapi Muljadi mengimbangi dan bahkan leading 3-2, namun untuk seterusnya Muljadi tidak pernah unggul dalam point hingga berakhirnya set ini dengan 15-5. Dua set ini diselesaikan Rudy Hartono dalam waktu 20 menit.

Akan kembali lagi
Rudy Hartono sesaat setelah berakhirnya final single putera ini dengan senyum mengatakan, bahwa ia berharap untuk dapat kembali lagi ke “All England” tahun depan guna mempertahankan mahkota kejuaraannya.

“Saya merasa sangat bangga dengan kemenangan yang saya peroleh hari ini seperti kebanggan saya empat tahun yang lalu ketika untuk pertama kali saya merebut mahkota”, demikian Rudy Hartono yang selanjutnya menambahkan, saya berharap untuk bisa menyamai atau memecahkan rekor tujuh kali juara “All England” yang pernah digondol Erland Kops (Denmark).

Sementara itu Muljadi mengatakan “Rudy Hartono terlalu baik saat ini bagi saya, saya tidak pernah berpikir bahwa saya akan mampu mengalahkannya”.

Ny. Eva Twedberg juara single puteri
Ny. Eva Twedberg (Swedia) sementara itu berhasil keluar sebagai juara single puteri setelah di final menggulingkan pemain muda remaja dan pendatang baru yang tidak diseeded, Nini Berglund (Denmark) dengan rubber set 11-3, 6-11 dan 11-2.

Ibu rumah tangga dari Malmo tersebut yang berusia 27 tahun pernah memenangkan gelar juara single puteri “All England” dalam tahun 1968 hanya membutuhkan waktu 23 menit untuk memastikan dirinya sebagai juara.

 

“Saya akan kemabali”
Sementara itu Ny. Eva Twedberg (Swedia) yang berhasil memenangkan gelar single puteri dua kali dalam masa tiga tahun mengatakan, “saya juga akan kembali lagi kemari untuk berusaha memenangkan pertandingan ketiga kalinya, tetapi saya kira kedatangan saya itu adalah yang terakhir”.
Ny. Eva memeerlukan waktu 30 menit untuk menyelesaikan lawannya Nini Berglund (Denmark), pemain tidak diseeded dengan 11-3, 6-11 dan 11-2.

Juara ganda putera Malaysia
Pasangan ganda putera terkuat Indonesia dewasa ini Rudy Hartono/Indra Gunawan untuk kedua kalinya harus mengakui keunggulan lawannya Ng Boon Bee/Panachacharan Gunalan (Malaysia), setelah dalam pertandingan final ganda putera “All England” ditundukkan dengan straight-set 15-5 dan 15-3.

Jepang tertolong
Dalam final ganda puteri pasangan Noriko/Hiroe Yuki menggulingkan pasangan Gilian Gilks/Judy Hashman (Inggris) dengan 15-10 dan 18-13 dan kemenangannya ini sekaligus merupakan pembalasan terhadap kekalahan rekannya juara AG-VI Etsuko Takenaka/Machiko Aizawa dalam semi final dari lawan yang sama.

Dengan berakhirnya kejuaraan “All England” ke-61 ini Asia masih memperlihatkan superioritasnya dalam perbulutangkisan dunia dengan menggondol tiga gelar, masing-masing single putera oleh Rudy Hartono (Indonesia), ganda putera oleh Ng Boon Bee/Gunalan (Malaysia) dan double puteri oleh pasangan Jepang Noriko Takagi/ Hiroe Yuki, sedang satu-satunya mahkota yang terlepas adalah untuk single puteri yang lari ke Swedia berkat kemenangan Ny. Eva Twedberg. (Ant)