Integrasi ABRI Syarat Mutlak

Menteri Pertahanan/Pangab :

Integrasi ABRI Syarat Mutlak

Jakarta, 26 Maret 1970 – Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata Jenderal Soeharto pada upacara prasetya perwira wajib militer ABRI angkatan tahun 1969 – 1970 di Surabaya, Kamis tanggal 26 Maret, mengatakan betapa pentingnya arti integrasi ini dapat kita ikuti dalam sejarah perjuangan ABRI terutama pada masa sebelum 1966, dimana karena masuknya anasir politik ke dalam tubuh ABRI, maka timbul divergensi dalam pertumbuhan ABRI dan terjadi disintegrasi sedemikian rupa sehingga praktis ABRI hanya berfungsi sebagai alat Hankamnas yang mati.

Integrasi ABRI merupakan syarat mutlak bukan hanya bagi ABRI sendiri, melainkan juga bagi seluruh bangsa Indonesia yang merupakan alat yang kuat untuk melindungi negara dan bangsa dari setiap bentuk dan macam musuh.

Diharapkan oleh Jenderal Panggabean dalam menyampaikan amanat Pangab tersebut bahwa kehidupan integratif yang dinamis yang sudah ada dikembangkan dalam pengabdian di lingkungan ABRI yang akan datang. Oleh karena itu dalam ABRI diperlukan disiplin, kecepatan waktu dan produktivitas. Seorang anggota ABRI harus Pancasilais dan Saptamargais sejati, dimana ia harus berdisiplin pribadi dan disiplin sosial yang tangguh untuk mampu bertindak cepat dan tepat terutama dimasa yang kritik.

Dikatakan oleh Pangab jika peserta Sepawamil memandang Universitas sebagai almamater yang mewakili “Ibu kandung”, pandanglah Sepawamil sebagai almamater yang mewakili bapak kandung.

Dikatakan oleh Pangab, “selesainya pendidikan di Sepawamil ini bukan berarti pula selesainya tugas saudara” malah baru akan dimulai tugas yang baru, yaitu untuk mengetrapkan apa yang telah diperoleh semasa pendidikan ke dalam realitas kehidupan masyarakat kita umumnya di lingkungan ABRI khususnya. Untuk ini para perwira remaja harus membuktikan dedikasi dan kreatifitas kerja sebagai perwira ABRI yang mempunyai tanggung jawab terhadap keselamatan negara, bangsa dan pembangunan nasional.

Akhirnya Menteri Pertahanan Keamanan/Panglima Angkatan Bersenjata yang diwakili oeh Wapangab Jenderal TNI M. Panggabean dalam upaacara prasetya perwira wajib militer ABRI angkatan tahun 1969 – 1970 di Surabaya, mengatakan bahwa kehadiran para perwira remaja puteri di Sepawamil telah merupakan bukti tingginya tingkatan emansipasi wanita Indonesia yang mempunyai kewajiban serta tanggung jawab yang sama dengan para perwira lainnya. (SH)