Pemerintah Telah Berusaha Kuat untuk Kesembuhan Shinta

Meski Akhirnya Meninggal Dunia

Pemerintah Telah Berusaha Kuat untuk Kesembuhan Shinta

Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) Shinta Danuar, tiba di kampung halamannya, di Desa Purwodadi, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah pada Senin (10/12) siang. [SHNet/Ist]

SHNet, Jakarta – Shinta Danuar, Pekerja Migran Indonesia yang sempat sakit di Taiwan selama 4 tahun dan dipulangkan ke tanah air, akhirnya menutup nafas terakhir di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta, Senin (10/12) usai dua pekan dirawat di tanah air. Perempuan berusia 26 tahun itu dinyatakan meninggal pada pukul 00.20 WIB.

“Shinta Danuar selama empat tahun telah berjuang melawan penyakitnya, kami selaku pemerintah selama ini telah berusaha maksimal dan selama dirawat di RS Polri telah berusaha kuat mengupayakan kesembuhan Ibu Shinta secara maksimal,” kata Tatang Budie Utama Razak, Sekretaris Utama BNP2TKI.

Sebelum meninggal, Shinta sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Djati Jakarta, dan sempat dijenguk oleh perwakilan Kemnaker yakni Dirjen Binapenta & PKK KemnakerRI, Maruli A. Hassoloan pada hari Rabu (5/12) minggu lalu.

Baca juga: Perwakilan Kemnaker Jenguk Shinta Danuar

“Kedepannya tentu kita akan tetap memberikan perlindungan kepada TKI-TKI bukan hanya Mba Shinta dan lainnya, baik itu yang ditempatkan dan juga bagi yang setelah kembali, jadi kesejahteraannya kita terus perhatikan” ujar Dirjen Binapenta & PKK KemnakerRI saat itu.

Namun karena kondisi kesehatannya yang terus menurun dia akhirnya dipindah ke Rumah Sakit Persahabatan Jakarta. Menurut keterangan dokter yang memeriksanya sudah dua hari ini pasien tersebut dirawat di RS Persahabatan dan virus yang ada di paru-paru perempuan malang itu semakin bertambah banyak hingga akhirnya tidak dapat bertahan lagi dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Shinta Danuar merupakan pekerja migran asal Desa Purwodadi, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Ia bekerja di Taiwan sejak April 2014 sebagai perawat orang sakit (orang tua) melalui PPTKIS, PT Sriti Rukma Lestari. Pada tanggal 6 Januari 2015, KDEI Taipei menerima kabar bahwa Shinta Danuar sedang dalam kondisi koma dan dirawat di RS Mackay Hsinchu. Pada saat itu, Shinta dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Pemulangan Shinta Danuar ke Tanah Air melalui proses yang panjang, sebab kondisi kesehatan yang bersangkutan membuat pemulangannya perlu penanganannya khusus. Pemulangan Shinta menggunakan ambulans khusus dari EMS (Emergency Medical Service) yang dilengkapi dengan peralatan medis serta dokter dan perawat yang menjaga kondisi Shinta selama penerbangan dari Taiwan hingga ke Jakarta.

Namun dalam hal ini pemerintah tidak lepas tanggung jawab begitu saja. Pemerintah Indonesia menanggung sepenuhnya biaya pemulangan Shinta Danuar dari Taiwan hingga tiba di Indonesia, juga memfasilitasi perawatan selama dirawat di rumah sakit di Indonesia sampai kembali ke kampung halamannya.

Jenazah Shinta Danuar telah dimakamkan di desa Purwodadi, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas Jawa Tengah pada Senin (10/12). (**)