Lulusan Perguruan Tinggi Harus Kompeten dan Percaya Diri

Lulusan Perguruan Tinggi Harus Kompeten dan Percaya Diri

Kepala Biro Keuangan, Aris Wahyudi mewakili Sekjen Kemnaker, Khairul Anwar memberi sambutan dalam acara "Kemnaker Menyapa" Mahasiswa Universitas Bakrie / ist

SHNet, Jakarta – Menjadi mahasiswa harus memiliki kompetensi agar bisa memenangkan persaingan di pasar kerja, untuk itu mahasiswa perlu dibekali hard skill dan soft skill yang baik, demikian tanggapan Sekretaris Jendral (Sekjen) Kemnaker, Khairul Anwar, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Biro Keuangan Aris Wahyudi saat menghadiri kegiatan bertajuk “Kemnaker Menyapa” Mahasiswa Universitas Bakrie di Jakarta, Kamis (13/12).

Untuk itu Sekjen Kemnaker berharap perguruan tinggi (PT) bisa mencetak calon tenaga kerja yang kompeten, percaya diri, dan terkoneksi.

“Lulusan perguruan tinggi harus memiliki tiga c, yaitu competence, confidence, dan connected,” ungkap Khairul. “Kampus harus menciptakan calon tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik tetapi juga memiliki sikap yang baik pula,” lanjutnya.

Oleh karena itu, menurut Khairul, Khairul, penting bagi mahasiswa mempunyai rasa percaya diri dan kampus harus mampu memberikan rasa percaya diri yang tinggi bagi para calon tenaga kerja.

“Rasa percaya diri ini diberikan oleh pihak perguruan tinggi dengan pembekalan-pembekalan yang telah diberikan kepada para calon tenaga kerja, salah satunya yakni pembekalan bahasa asing,” ungkap Khairul. “Dan yang tak kalah penting, selain kompetensi dan rasa percaya diri adalah bagaimana menciptakan para calon tenaga kerja untuk dapat terkoneksi dengan dunia luar, termasuk dengan informasi pasar kerja. Karena koneksi dengan dunia industri dan pasar kerja akan memudahkan mahasiswa terserap ke pasar kerja. Untuk itu, kampus harus menjalin kerja sama dengan industri sehingga kompetensi lulusan perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan industri,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Program Studi Manajemen Universitas Bakrie, M Taufik Amir, mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bekal positif bahkan bukan hanya untuk mahasiswa melainkan juga bagi dosen.

Kegiatan yang dihadiri 100 mahasiswa Universitas Bakrie ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang dunia industri dan pasar kerja kepada mahasiswa agar mereka tidak gagap ketika lulus kuliah. (**)