Kampanye Migrasi Aman ASEAN Diluncurkan

Kampanye Migrasi Aman ASEAN Diluncurkan

ist

SHNet, Jakarta – Saat ini di seluruh dunia terdapat sekitar 20,2 juta migran yang berasal dari negara-negara ASEAN. Lalu bagaimana kita dapat membuat suatu migrasi yang aman tersedia bagi semua migran? Jawabannya ternyata sederhana dan juga sulit. Karena semua pihak memiliki peran untuk bermain dalam membuat migrasi aman tersedia untuk semua orang.

Seiring dengan semakin meningkatnya jumlah pekerja migran di ASEAN, aspek keselamatan migrasi tidak lagi bisa dikesampingkan. Launching public campaign on safe migration menjadi titik awal untuk memastikan migrasi yg aman.

Pemerintah, pengusaha, pekerja, serta masyarakat sipil memiliki peran paling penting dalam memastikan migrasi yang aman di kawasan ASEAN. 

Inisiatif kemudian datang dari Komite ASEAN mengenai Implementasi Deklarasi ASEAN tentang Perlindungan & Promosi Hak2 Pekerja Migran (ACMW) dalam rangka meningkatkan kesadaran publik menyadari bagaimana suatu migrasi yg aman.

Dirjen Binapenta & PKK KemnakerRI, Maruli A Hasoloan, mewakili Menaker, M Hanif Dhakiri hadir dalam Peluncuran Kampanye Migrasi Aman ASEAN yang digelar di Aula ASEAN, Sekretariat ASEAN, Jakarta (12/12).

“Harapan kami adalah kampanye ini akan meningkatkan kesadaran akan rekrutmen, penempatan dan perlindungan atau pekerja migran ASEAN, ” ujar Maruli A Hassoloan.

ist

Acara ini juga diisi oleh Dialog ASEAN-EU tentang Migrasi Tenaga Kerja yang Aman, yang berfungsi sebagai platform perdana untuk membahas dan bertukar pandangan tentang tantangan, praktik yg baik dan solusi berbasis bukti untuk perspektif ASEAN dan Uni Eropa.

“Migrasi yang aman adalah pendorong pembangunan ekonomi yang kuat,” kata Wakil Direktur Regional untuk Asia dan Pasifik Panudda Boonpala. “Kami berkumpul hari ini untuk berbagi informasi, menyebarkan kesadaran, dan menjadikan ASEAN sebagai wilayah migrasi yang aman,” tambahnya.

Kampanye Migrasi Aman ASEAN menyoroti tiga pesan utama, yakni:

1) Pekerja migran berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi di ASEAN;
2) Konsensus ASEAN memberikan tanggung jawab bersama untuk Negara Anggota ASEAN untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak pekerja migran;
3) Pemerintah, pekerja, pengusaha, dan masyarakat sipil di negara-negara pengirim dan penerima memiliki peran untuk membuat migrasi yang aman dan teratur dapat diakses oleh semua pekerja di kawasan ASEAN.

Dukungan terhadap migrasi aman juga datang dari luar asia tenggara yang dalam hal ini diwakili oleh Duta Besar Uni Eropa.

“Uni Eropa berkomitmen untuk mendukung ASEAN tentang Migrasi Aman dan kami berharap dapat berbagi pengalaman dan tantangan Uni Eropa dengan pergerakan pekerja yang bebas,” Francisco Fontan, Duta Besar Uni Eropa untuk kawasan ASEAN.

Lewat ajang ini Kemnaker, yang mewakili Indonesia sebagai tuan rumah ingin mengajak seluruh komponen untuk turut berkomitmen pada dukungan ASEAN dalam melindungi dan melindungi hak-hak pekerja migran di seluruh Asia Tenggara. (**)