Hanif: “Generasi Millenial Berhasil Membangun Konsep Kerja sejak Dini Menggunakan Internet”

Hanif: “Generasi Millenial Berhasil Membangun Konsep Kerja sejak Dini Menggunakan Internet”

ist

SHNet, Jakarta – Perkembangan teknologi yang sangat cepat menuntut penyesuaian kompetensi yang sangat cepat pula. Mereka yang mampu bertahan adalah mereka yang memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Demikian sedikit gambaran paparan Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri sebagai narasumber dalam sebuah acara Kompasianival Tahun 2018 bertajuk ‘Beyond Generation’ yang diadakan di Lippo Mall Kemang, Jakarta (8/12).

Menurut Hanif, jaman sekarang sudah banyak bukti anak muda yang lebih berhasil. Anak muda yang berinovasi secara terus menerus. Bidang pekerjaannya macam-macam, ada yang produksi konten, bikin tulisan, video, atau apliaksi. Sehingga, banyak pengguna (user) yang memberikan reward / penghargaan dengan nilai tinggi sehingga berpengaruh kepada penghasilan mereka.

Pekerjaan penulis dan pencipta konten mempunyai peluang untuk menjadi kaya lebih cepat. Pekerjaan yang menyenangkan sesuai dengan kekinian. Dan lagi menurut Hanif, generasi millenial berhasil membangun konsep kerja sejak dini dengan menggunakan internet.

“Kini dengan menggunakan handphone, seorang anak bisa merekam kejadian. Baik yang bermamfaat, lucu atau sekedar menceritakan kisah humanis. Lalu, rekaman itu menjadi tontonan menarik di youtube. Dengan program adsense, pemilik akun youtube berhasil memiliki kantor, membuka lowongan pekerjaan dan membagi rezeki kepada youtuber lain,” terang Menteri Ketenagakerjaan RI itu.

Untuk menyiapkan generasi muda menghadapi perubahan zaman, Kemnaker menyiapkan program triple skilling (Skilling, Reskilling, Upskilling). Dengan program triple skilling, diharapkan generasi muda Indonesia akan memiliki daya saing unggul. Sehingga bonus demografi yang dimiliki Indonesia akan menjadi berkah dan bisa mengantarkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian terkuat di masa mendatang.

Skilling diperuntukkan bagi mereka yang ingin mempelajari keterampilan baru. Reskilling diperuntukkan bagi yang ingin merubah keterampilan yang dimiliki. Dan Upskilling bagi mereka yang ingin meningkatkan kompetensi

Pak Menteri berpendapat bahwa kemampuan untuk dapat terus bekerja bisa tercapai melalui keterampilan yang dapat berubah dan beradaptasi dengan cepat. Karena model pekerjaan di masa depan tidak lagi berdasar pada status pekerjaan tetap, tetapi tetap bekerja.

Tapi satu hal yang menarik adalah masa depan penulis dan pencipta konten masih akan terbuka. Zaman menerima para pembelajar. Mereka yang berinovasi secara terus menerus. Mengubah curhatan medsos jadi konten marketing. Selamat datang di dunia dalam jaringan. (**)