Direktur Poldagri : Jangan Pilih Pemimpin Korup

Direktur Poldagri : Jangan Pilih Pemimpin Korup

(Dari kiri) Direktur Politik Dalam Negeri Bahtiar, Kasubdit Fasilitasi Kelembagaan Partai Politik Syamsuddin, Kasubdit Pendidikan Etika dan Politik Cahyo Ariawan, dan Kasubdit Implementasi Kebijakan Politik Bangun Sitohang, melakukan sosialisasi UU Pemilu, di Bogor, Sabtu (2/12). (Foto : Ist)

SHNet, Bogor –  Pemilu di ambang pintu. Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) akan diselenggarakan secara serentak pada 2018 di 171 daerah. Sedangkan, pemilu legislatif dan presiden diselenggarakan pada 2019.

Oleh karena itu,Direktur Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar mengaharapkan masyarakat bisa berpartisipasi secara sadar, memilih sesuai keyakinan, dan ikut mengawasi secara aktif jalannya pesta demokrasi.

Masyarakat juga harus memilih pemimpin yang jujur dan memiliki integritas dan rekam jejak yang baik di masyarakat.“Jangan pilih pemimpin yang korup karena akan merugikan bangsa dan negara,”katanya saat melakukan pendidikan politik kepada masyarakar, di Bogor, Sabtu (2/12).

Pendidikan politik ini dilakukan untuk meningkatkan partipasi masyarakat dan menjaga kualitas pemilu. Melalui pendidikan politik ini diharapkan masyarakat mengetahui hak dan kewajiban politiknya. “Kami ingin, meski beda pilihan politik, kita tidak boleh terpecah-pecah dalam perbedaan pilihan. Kita harus menjaga persatuan dan kesatuan,” pintanya.

Sementara itu, Kasubdit Pendidikan Etika dan Politik Dirpoldagri, Cahyo Ariawan mengharapkan masyarakat serta penyelenggara pemilu memahami isi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Menurut Cahyo, UU Nomor 7 ini merupakan penyederhanaan dan penggabungan dari 3 (tiga) buah undang-undang sebelumnya, yakni Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.

Terkait pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang, Pileg dan Pilpres akan dilaksanakan serentak pada hari dan jam yang sama. Penyelenggara Pemilu telah menetapkan tahapan pelaksanaan pemungutan suara akan dilaksanakan pada hari Rabu 17 April 2019.

“Jadi Pemilu Serentak pada 2019, masyarakat hanya cukup 1 kali datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih 4 pemimpin yaitu 5 pilihan yaitu memilih calon Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Prov dan DPRD Kab/kota,” Cahyo menerangkan.(TH)