Di Mana Sumber Masalah Pilkada?

Di Mana Sumber Masalah Pilkada?

Ist

SHNet, JAKARTA – Potensi masalah pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun 2018 mendatang, ada di hampir semua tahapannya. Namun, yang paling awal adalah pada regulasi yang multi tafsir. Undang-undang, peraturan pilkada yang tidak saling mendukung satu dengan yang lain, seper5i yang banyak terjadi di waktu lalu, bukan tidak mungkin akan terulang kembali pada pilkada mendatang.

Pilkada 2018 masih belum bebas dari persoalan klasik, yakni daftar pemilih tetap (DPT). Kemungkinan adanya DPT ganda, fiktif, belum cukup umur atau sudah meninggal, yang mengakibatkan adanya penggelembungan suara masih berpeluang besar terjadi.

Masyarakat juga masih sangat mungkin akan dipertotonkan dengan kampanye negatif antara pasangan calon, seperti yang pernah terjadi dalam pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu. Pengrusakan, pembakaran alat praga kampanye, penyalagunaan fasilitas negara, diperkirakan akan tetap terjadi.

Sumber masalah paling krusial bisa terjadi waktu pemungutan suara karena politik uang atau serangan fajar nampaknya akan sulit dihindari. Aksi protes, teror atau kejahatan lain sangat mungkin terjadi pada fase ini.

Masih ada sumber konflik lain, selain yang disebutkan di atas. Misalnya, saat pendaftaran pasangan calon, terjadi konflik internal di partai politik pengusung. Pada pasangan calon independen, bisa terjadi juga penyelahgunaan data kependudukan oleh pasangan calon.

Hal yang juga menjadi perhatian adalah pada masa rekap hasil pemungutan suara. Pola mengulur-ulur waktu perhitungan suara, perusakan, penghilangan kertas suara jika tidak diantisipasi dengan baik, marak terjadi pada pelaksanaan pilkada di masa lalu.

Tentu terkait pengesahkan hasil pilkada, semua pihak bisa bersikap arif dan bijaksana. Jika penetapan pemanang pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dianggap melanggar aturan, mekanisme hukum di Mahkamah Konstitusi adalah jalur yang ditempuh. Pemblokiran jalan, pengepungan kantor KPU, dan sebagainya, bukanlah jalan keluar yang baik untuk mendapatkan kepala daerah yang diinginkan.

Demikianlah sumber-sumber kerawanan selama pilkada nanti. (IJ)