Kajian Histogram Multi Sumber Daya Proyek

Kajian Histogram Multi Sumber Daya Proyek

ilustrasi / ist

SHNet – Membaca berita *Ini Proyek Infrastruktur yang Terancam Gagal Karena Tergesa-gesa* [NusantaraNews, 22 Maret 2017]  http://nusantara.news/ini-proyek-infrastruktur-yang-terancam-gagal-karena-tergesa-gesa/

dimana antara lain‎ disinyalir bahwa terprediksi 30% dari total biaya proyek Rp 5.300 Triliun saja yang mampu ditunjang oleh APBN selebihnya diharapkan peran serta swasta yang diduga berat terimplementasi mengingat pembiayaan swasta untuk infrastruktur terbatas pada proyek2 berpotensi berpengembalian investasi cepat seperti proyek jalan tol.

Tingkat keterbatasan program multi pembiayaan proyek2 infrastruktur itu menurut penulis adalah juga tersebab ketidaklengkapan/ketidaksempurnaan persiapan2 di tahap praproyek seperti pembuatan kajian histogram multi sumber2 daya proyek yang berdimensi lintas wilayah bahkan lintas negara dan lintas proyek sendiri serta lintas teknologi konstruksi selain lintas tahun agar supaya lebih realistis dan layak konstruksi.

Kajian Histogram menjadi lebih sensitif perannya bagi besaran  skala proyek2  berbiaya gigantik yang seringkali terdiri dari beragam paket2 subproyek sehingga tindakan peremajaan perlu berkala dilakukan bahkan seringkali serba dadakan mengikuti dinamika kontraksi dan fluktuasi progres kelola proyek2 multi sumber2 daya tersebut.

‎Untuk itulah, p‎eningkatan derajat mutu layanan dari para profesional ATSI (Ahli Teknik Sipil Indonesia) menjadi hal yang penting dilakukan berkelanjutan, dan ATSI ITB 1968 dalam rangka peringatan 50 tahunnya beragenda *Sarasehan IPTEK Pembangunan* pada bulan Agustus 2018 yad bersama dengan segenap ATSI yang juga peduli, berbagi pendapat, pengetahuan praktek dan pengalaman bertempat di Kampus ITB Jl Ganesha 10 Bandung 40134

Sarasehan IPTEK Pembangunan ini juga disemangati oleh Diskusi Besar Solidaritas Teknologi Pembangunan Abad 21 oleh MPM ITB 1973‎.

‎Dalam kaitan termaksud diatas, diharapkan kepada kolega2 ATSI ITB 1968 yang belum mendaftar ulang, kiranya bersedia meluangkan waktu menghubungi dosen FTSL (Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan) ITB dari unsur sesama ATSI ITB 1968 di Kampus ITB, Jl Ganesha 10, Bandung 40134

Jakarta, 25 Maret 2017

Rukun ATSI ITB 1968,
Pandji R Hadinoto, NIA 3268029
www.jakarta45.wordpress.com‎