Bung Karno dan Bentang Konstruksi

Bung Karno dan Bentang Konstruksi

Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno / (ist)

SHNet – Adalah menarik, bahwa sebenarnya ‎*Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845* sebagai berikut :
http://sinarharapan.net/2017/03/politik-kemerdekaan-proklamasi-indonesia-17845/‎

adalah turut diwarnai Bung Karno, yang menurut hemat penulis, telah merujuk ide Bentang Kontruksi dikiprahkan dalam pemaknaan “Saudara-saudara! Apakah yang dinamakan MERDEKA ? Di dalam tahun 33 saya telah menulis satu risalah. Risalah yang bernama *MENCAPAI INDONESIA MERDEKA*. Maka di dalam risalah tahun 33 itu, telah saya katakan, bahwa KEMERDEKAAN, politike onafhankelijkheid, political independence, tak lain dan tak bukan, ialah  suatu JEMBATAN, satu JEMBATAN EMAS. Saya katakan didalam Kitab itu, bahwa di seberangnya JEMBATAN itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat” [Pidato  tentang Pancasila 1 Juni 1945]

Rekam jejak ‎konstruktif Bung Karno (BK) sebagai Bapak Kenegarawanan  baik bagi Indonesia (seperti pencetusan Pancasila sebagai Dasar Negara 1 Juni 1945, proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, Presiden RI 1945 – 1966, TRIKORA, DWIKORA, dlsb)  maupun bagi dunia (seperti Konperensi Asia Afrika 1955, Pidato To Build The World A New di PBB 1960, KTT Non Blok 1961, Asian Games 1962, Ganefo 1963, dlsb)‎, telah tercatat abadi.

‎Namun mengenang Bung Karno (BK) akan lebih lengkap dengan menapaktilasinya juga sebagai Ahli Teknik Sipil Indonesia (ATSI) lulusan Technische Hooge School (THS) Bandoeng tahoen 1926, kini Institut Teknologi Bandung (ITB), yang dalam konteks Bentang Konstruksi (BK) ketika itu telah terpapar lebih dahulu Bangunan-bangunan Teknik Sipil (BTS) berbentang struktural leluasa seperti Aula Gedung STOVIA 1902 kini Gedung Kebangkitan Nasional, Kwitang, Jakarta Pusat dan Aula THS 1920 kini ITB 1959 sendiri, keduanya rekayasa berkonstruksi kayu, yang diakui adalah keistimewaan tersendiri bagi ATSI.

Pada era kiprah Bung Karno pasca 1926 sampai dengan 1966, dikenali pula beberapa BTS yang termasuk Bentang Konstruksi besar seperti

1) Jembatan Baja di Aceh yang berfungsi ganda yaitu berkiprah bagi jalur jalan lalulintas dan jalur rel kereta api
2) Mesjid ISTIQLAL, Jakarta Pusat
3) Gedung CONEFO kini DPRRI/MPRRI, Senayan
4) Gedung ISTORA, Senayan
5) Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan
6) Jembatan Semanggi, Jakarta Selatan
7) Jembatan Sungai Musi, Palembang

Dalam rangka turut menapaktilas historis BTS di Indonesia inilah‎ maka Sarasehan IPTEK Pembangunan diagendakan pada bulan Agustus 2018 di ITB oleh Rukun Ahli Teknik Sipil (ATSI) ITB 1968 dengan harapan ikut menyegarkan kembali program studi Fakultas Teknik Sipil & Lingkungan (FTSL) ITB demi peningkatan standar layanan profesional ATSI. Dalam pengertian inilah maka kepada kolega2 ATSI ITB 1968 yang belum sempat mendaftar ulang, dapat kiranya menghubungi dosen2 FTSL dari ATSI ITB 1968.

Bandung, 20 Maret 2017

Rukun ATSI ITB 1968,
Pandji R Hadinoto
www.jakarta45.wordpress.com‎