Emisi Gas Rumah Kaca Jadi Mudah dengan “Grow Asia Counter”

Emisi Gas Rumah Kaca Jadi Mudah dengan “Grow Asia Counter”

ilustrasi / greenhouse.io

SHNet – Grow Asia, sebuah platform kemitraan multi-stakeholder yang mengkatalisis aksi pembangunan pertanian termasuk di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan peluncuran  Grow Asia Counter atau biasa disebut Counter saja, yakni suatu perangkat emisi gas rumah kaca yang memungkinkan pengguna untuk menghitung dengan mudah dan melaporkan dampak lingkungan yang di sebabkan dari praktek pengelolaan pertanian mereka.

Tingkat gas rumah kaca adalah indikator penting dalam kelestarian lingkungan, dan pertanian saat ini menghasilkan sekitar seperlima dari emisi dunia. Salah satu  tujuan Grow Asia adalah untuk meningkatkan kelestarian lingkungan di peternakan rakyat sebesar 20% pada tahun 2020, dan perangkat Counter ini memang dirancang untuk memudahkan pemantauan proyek yang sedang dilaksanakan dengan tujuan untuk mencapai tujuan tersebut.

Alison Eskesen, Direktur Pengetahuan dan Inovasi, Grow Asia mengatakan,”Dalam percakapan kami dengan mitra kami, kami menyadari bahwa mengukur dan mengevaluasi dampak lingkungan dari rentetan nilai proyek mereka dengan cara yang mudah dan ketat secara ilmiah telah menjadi sebuah tantangan.

“Grow Asia Counter adalah alat yang sangat efektif dan mudah digunakan yang dapat membantu memperkirakan emisi gas rumah kaca dari pokok kegiatan mitra kami,” ujarnya.  “Ini adalah bagian dari rangkaian sumber inovatif Grow Asia  yang berkembang untuk melengkapi mitra kami dengan alat yang diperlukan yang dapat membantu mereka mengukur kemajuan pencapaian tujuan mereka dalam meningkatkan produktivitas, profitabilitas dan kelestarian lingkungan,” tambah Eskesen.

Melalui serangkaian pertanyaan, Counter secara cepat dapat menghitung dampak dari praktek manajemen pertanian yang berbeda, seperti pengelolaan tanah, penggunaan bahan kimia pertanian dan bahan bakar fosil, emisi gas rumah kaca. Pengguna dapat melihat tingkat emisi mereka saat ini dan membandingkan proyek mereka tersebut dengan praktek alternatif lainnya untuk mengeksplorasi bagaimana mereka dapat mengurangi emisi mereka dan meningkatkan kelestarian lingkungan mereka. Dengan memanfaatkan kekuatan data, manajer proyek di lapangan dapat melaporkan kinerja rentetan nilai proyek mereka dari waktu ke waktu dan membuat keputusan yang tepat berdasarkan evaluasi proyek yang mereka lakukan.

Counter saat ini disesuaikan untuk rentetan nilai proyek pada tanaman tertentu  seperti kakao, kopi, jagung, beras, kentang, teh, sayuran dan hortikultura, di lima negara di mana terdapat kemitraan dengan Grow Asia, yaitu Kamboja, Indonesia, Myanmar, Filipina dan Vietnam . Sementara pada awalnya memang dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik mitra Grow Asia, Counter juga tersedia bagi publik untuk mengakses dan aplikasinya pada akhirnya akan diperluas ke negara-negara lain di Asia Tenggara.

Counter dapat diakses di growasia.org/counter. Pengguna yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang Counter dapat melihat User Manual, yang mencakup daftar informasi yang diperlukan, dan Metodologi, yang menguraikan tentang ilmu pengetahuan dan perhitungan yang mendasarinya. (*)

Spurwing Communications
Emma Thompson / Stephanie Tan / Jessica Bridges
Tel: +65 6340 7287
Email: growasia@spurwingcomms.com