Mengangkat Sulam Kepala Peniti dari Pariaman

Mengangkat Sulam Kepala Peniti dari Pariaman

Sulam kepala peniti merupakan sulaman khas Pariaman, Sumatera Barat. (www.antarasumbar.com)

SHNet, Jakarta- Sumatera Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang tidak hanya terkenal dengan kain songketnya, tetapi juga terkenal dengan sulamannya.

 

Sulam kepala peniti adalah salah satu sulaman dari Sumatera Barat. Sulaman ini merupakan sulaman khas Pariaman. Motifnya yang bulat seperti kepala peniti ini menginspirasi desainer busana muslim Indonesia, Jeny Tjahyawati.

 

“Sulam kepala peniti ini, saya aplikasi di atas selendang, kaftan marakes dan gamis yang akan ditampilkan di Indonesia Islamic Fesyen & Produk 2016,” kata Jeny kepada SHNet, di Jakarta, Senin (13/6).

 

Menurutnya, sulam kepala peniti ini mulai digalakan lagi oleh para pengrajin di Pariaman. Sebagian besar pengrajin di sana adalah kaum perempuan. Mereka memperoleh ilmu menyulam kepala peniti secara turun temurun.

 

Jeny sendiri sempat tinggal beberapa lama di daerah tersebut guna memberikan pelatihan kepada para pengrajin. Dia juga melatih para ibu di Pariaman untuk menyulam kepala peniti di atas selendang, merajut dan bordir.

 

“Ada 100 UKM yang saya bina untuk sulam, rajut dan bordir. Para ibu ini setiap hari membuat sulam selama 6 jam. Biasanya mereka menyulam usai memasak di rumah,” ujarnya.

 

Dia menambahkan, untuk sehelai selendang, proses penyelesaian sulam kepala peniti bisa memakan waktu satu bulan. Oleh sebab itu, tidak heran bila selendang bersulam kepala peniti ini dijual dengan harga Rp 1 juta- Rp 1,5 juta.