American Idol: Gagal Jadi Pemenang, Dalton sudah Kantongi Kontrak Album

American Idol: Gagal Jadi Pemenang, Dalton sudah Kantongi Kontrak Album

Dalton Rapattoni (FRANK MICELOTTA /FOX)

SHNet, Jakarta – Langkah Dalton Rapattoni mungkin cuma sampai di tiga besar American Idol musim terakhir — hasilnya diumumkan Rabu malam — tapi ia sudah mengabarkan berita baru buat para penggemarnya: sebuah album baru sedang dikerjakan.

“Mulai mengerjakan album tersebut hari Minggu ini,” katanya kepada para wartawan satu jam setelah eliminasi. “Saya akan menuju Austin. Sahabat saya Matt Novensky dari Blue October akan mengerjakannya bersama saya sehingga album tersebut bisa keluar dalam beberapa bulan.

Ketika ditanya apakah musiknya akan mirip dengan lagu terakhirnya, “Strike a Match,” Rapattoni mengatakan ia memiliki sound yang khusus di pikirannya: “alternative pop.” Pemuda berusia 20 tahun ini mengatakan: “Lucu, mereka menetapkan saya pada pertunjukan ini sebagai seorang rocker. Saya sebenarnya tidak terlalu banyak memainkan musik rock. Saya lebih sering menggali jenis seperti The 1975. Mungkin seperti itulah, musik masa depan saya.”

Ia benar-benar menikmati merekam single tersebut, tambahnya. “Menyenangkan. Kami berada bersama para produser terbaik di studio-studio terbaik di LA, jadi menyenangkan dan sangat-sangat hebat menurut saya!”

Dengan tur Idol yang dibatalkan untuk musim ini, Rapattoni mengatakan ia akan menemukan cara untuk menjaga momentum setelah final Kamis malam. “Dunia hidup dengan media sosial, kan?” katanya. “Salah satu kekuatan terbesar yang saya punya untuk masuk dalam kompetisi ini … Saya memiliki media sosial yang bagus dan sempurna, jadi saya akan terus menggunakannya untuk menebar kabar.”

Selama penampilannya dalam acara ini, Rapattoni juga menunjukkan ketertarikannya untuk lagu-lagu pertunjukan, audisi dengan “The Phantom of the Opera” dan menyanyikan “Hopelessly Devoted to You” dari Grease. Billboard ingin tahu: apakah ia mempertimbangkan untuk tampil di Broadway? “Bisa saja. Broadway akan menyenangkan,” katanya. “Constantine Maroulis, ia juga orang Broadway yang hebat. Itu sesuai untuk dia. Jadi, ya, akan menyenangkan.”

Ditanya tentang siapa favoritnya saat bekerja sama dalam acara tersebut, Rapattoni mengatakan ia dan mentor Sia memiliki ikatan yang sama: keduanya bipolar. “Ketika kami bicara soal musik dan berbagai hal kami melhatnya melalui lensa yang sangat sama,” katanya. “Saya senang bisa berhubungan dengna orang yang sama seperti saya.”

Meskipun ia tidak menang, Rapattoni mengatakan ia merasa senang untuk La’Porsha Renae dan Trent Harmon, dua kontestan terakhir yang bertahan dalam kompetisi ini. “Ada hal yang orang sering lupakan pada acara ini: kami pada dasarnya hidup bersama sehingga keberhasilan mereka adalah keberhasilan saya,” katanya. “Trent teman di atas kamar saya, jadi saya naik ke kamarnya setiap malam dan malam ini juga. Kami ngumpul di sana. Saya sangat senang, ia memiliki peluang 50-50 untuk menjadi Idola Amerika selanjutnya. Pasti sangat keren.”

Mengenai tempatnya dalam sejarah televisi yang menjadi bagian dari top 10 terakhir di Idol?

“Benar-benar hebat jika Anda bertanya pada saya,” katanya. “Saya merasa terhormat menjadi bagian dari sesuatu yang besar. Saya benar-benar gembira mereka tidak membiarkan Idol redup dan mati seperti beberapa acara lain. Mereka benar-benar mengakhirinya dengan sukses dan saya senang menjadi bagian dari hal itu.”