“American Idol”: Perez Hilton Jagokan Dalton Rapattoni

“American Idol”: Perez Hilton Jagokan Dalton Rapattoni

Dalton Rapattoni (Ist)

SHNet, Jakarta – Sebelum Dalton Rapattoni masuk dalam 5 besar American Idol musim terakhir, Perez Hilton — blogger, pengusaha web dan and host of the PHP podcast with Chris Booker — tahu pemuda kelahiran Texas itu akan menjadi seorang bintang.

Hilton melihat potensi penyanyi muda itu pada 2010 dalam sebuah pencarian bakat untuk membentuk sebuah boyband baru, IM5. Diproduseri oleh Hilton dan kreator Idol Simon Fuller, lima anggota grup tersebut — termasuk Rapattoni (yang akrab dipanggil Dalton), Dana Vaughns, Cole Pendery, Gabe Morales, dan Will Jay Behlendorf — diluncurkan pada 2012 dengan video, “Zero Gravity.” Dalton bersama kelompok itu hingga 2014, sebelum meninggalkan boyband tersebut untuk berkonsentrasi pada musiknya bersama band rock Fly Away Hero.

Meskipun grup itu adalah sebuah boy band yang bisa menyanyi dan menari, Dalton — yang saat itu berusia 14 tahun — muncul dalam audisi dengan sebuah gitar, persis seperti yang dilakukannya lima tahun kemudian dalam audisi Idol musim ke-15. “Kami tidak pernah berusaha membentuknya,” kata Hilton. “Kami selalu menerima dia apa adanya.”

IM5 pada akhirnya memang tidak pernah diambil oleh label-label besar, meskipun menayangkan banyak video di YouTube dan memiliki basis penggemar yang loyal. Tapi kesempatan untuk dikenal secara luas kini terbuka bagi Dalton, yang hanya berjarak dua minggu saja dari babak final.

Begini Perez Hilton bertutur dalam blognya tentang awal pertemuannya dengan Dalton:

“Ketika kami ingin menciptakan IM5, proses audisi sangat ketat. Kami bertemu beratus-ratus remaja. Kami benar-benar mencari sebuah boy band yang benar-benar boy band.

Saya ingat saya langsung menyukai Dalton. Ia memainkan gitarnya dalam audisi dan saya menyukainya juga. Saya rasa, ‘Wow, dia benar-benar seorang musisi’ dan itu sangat menarik. Ia terdengar hebat. Ia sebenarnya tidak cocok dengan tipe yang Anda pikir mirip anggota boy band. Ia mirip Zayn Malik dari One Direction. Dia adalah Zayn IM5. Dia anak nakal kami! Dia mengenakan eyeliner — saya rasa dia masih ber-eyeliner– dan itu kelebihan dia, yang tidak palsu. Itu benar-benar jati dirinya — seorang anak yang baik dan sangat berbakat.

Yang paling penting bagi kami adalah kemampuan vokal. Kami ingin sebuah boy band yang terdengar bagus saat menyanyi langsung. Tantangan yang kami hadapi adalah usia mereka. Meskipun saya rasa itu sebuah aset dan pasti bisa menarik penonton muda, banyak label yang justru takut karena mereka masih berusia 14, 15, dan 16. Itu berarti mengambil proyek yang lebih mahal daripada sebuah boy band seperti One Direction di mana mereka semua beberapa tahun lebih tua dan secara usia sudah dewasa. Mereka harus memiliki tutor dan mereka harus memiliki pendamping dan itu jauh lebih mahal bagi sebuah label. Jadi mereka tidak pernah dikontrak label besar tapi mereka telah melakukan banyak hal dan saya sungguh bangga dengan bertahun-tahun waktu yang kami habiskan bersama dan hubungan yang kami ciptakan dan lagu-lagu dan video-video.

Mereka tur ke seluruh dunia dan saya rasa bagi semua yang terlibat itu adalah sebuah kamp pelatihan yang bagus. Secara harafiah kami memang memasukkan mereka dalam kamp pelatihan. Kami memberi mereka pelajaran menyanyi dan menari dan mereka memiliki begitu banyak peluang untuk tampil. Jadi bagi Dalton saya rasa itu adalah latihan yang bagus untuk Idol. Karena Anda bisa memiliki suara yang bagus, tapi salah satu yang paling penting tentang TV show bukan cuma bisa menyanyi dengan baik, tapi Anda perlu bisa tampil dengan baik. Anda dinilai juga pada aspek itu. Jika Anda bisa mencapai nada-nada yang tepat tapi Anda membosankan untuk ditonton, peluang Anda untuk berhasil akan lenyap.

Yang hebat tentang Dalton, salah satu alasan mengapa kami memilih dia, adalah dia sangat istimewa dan berbeda. Dan Anda bisa tahu dari audisi pertamanya di American Idol. Ia melakukan hal yang benar-benar tidak diduga. Ia menyanyikan sebuah lagu Andrew Lloyd Webber, “Phantom of the Opera” dengan gaya dan caranya sendiri, membuat orang terpesona dan terkejut.

Dalton juga seorang pekerja keras dan ambisius dan sangat yakin akan dirinya sendiri. Semua itu akan membantunya dalam usahanya menjadi American Idol berikutnya. Ia bernyanyi, ia bermain-main, dan saya rasa dia memiliki sebuah peluang yang sangat bagus untuk maju — bahkan sekalipun dia tidak menang. Dalam sejarahnya, mereka yang tidak menang American Idol tapi menggunakannya sebagai platform untuk memperkenalkan diri kepada publik dan juga diperkenalkan pada bisnis musik. Apa yang dia lakukan setelah acara itu yang paling penting.”

AMERICAN IDOL: Top 5: kiri ke kanan: Sonika Vaid, La'Porsha Renae, Trent Harmon, MacKenzie Bourg dan Dalton Rapattoni  (Foto: Ray Mickshaw/ FOX)
AMERICAN IDOL: Top 5: kiri ke kanan: Sonika Vaid, La’Porsha Renae, Trent Harmon, MacKenzie Bourg dan Dalton Rapattoni (Foto: Ray Mickshaw/ FOX)

American Idol top 5 akan tampil pada Kamis (24/3) malam waktu setempat (Jumat pagi waktu Indonesia). Dalton harus bersaing dengan favorit kuat La’Porsha, juga Trent Harmon, MacKenzie Bourg dan Sonika Vaid. (Ida)