Usai PSBB, Polisi Akan Berlakukan Kembali Ganjil Genap 4 Juni

Usai PSBB, Polisi Akan Berlakukan Kembali Ganjil Genap 4 Juni

SHNet, Jakarta – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, berencana memberlakukan kembali sistem ganjil genap setelah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir. Hal itu untuk mengantisipasi peningkatan volume arus lalu lintas di Ibu Kota Jakarta.

“Ganjil genap nanti berlaku setelah PSBB berakhir pada 4 Juni,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, Selasa (2/6/2020).

Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, setelah PSBB berakhir pada 4 Juni, Ditlantas Polda Metro akan berkoordinasi dengan Dishub DKI untuk mengevaluasi pemberlakuan sistem ganjil genap.

“Kami observasi lagi terakhir karena fluktuatif (volume lalu lintas), kadang-kadang naik, kadang-kadang turun. Minggu kemarin dibanding minggu kemarinnya lagi turun, tetapi dibanding 2-3 Minggu lalu, naik. Jadi masih fluktuatif,” ungkapnya.

Fahri menegaskan, Ditlantas dan Dishub DKI akan mengobservasi terkait kebutuhan penerapan ganjil genap. Karena di sisi lain, mengurai kemacetan tidak hanya menggunakan sistem ganjil genap, bisa dengan manajemen rekayasa lalu lintas, buka tutup, dan pengalihan arus kendaraan.

“Bagaimana pentingnya (pemberlakuan ganjil genap), nanti kita lihat setelah tanggal 4 Juni. Nanti kita observasi,” katanya.

Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengeluarkan kebijakan peniadaan sementara sistem pembatasan kendaraan bermotor ganjil genap, berkaitan dengan pandemi virus corona di Ibu Kota Jakarta.

Berdasarkan catatan, awalnya kebijakan peniadaan sistem ganjil genap dilakukan selama 14 hari, sejak Senin (16/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020) lalu. Kemudian kebijakan itu diperpanjang sampai Minggu (5/4/2020). Lalu diperpanjang lagi hingga Minggu (19/4/2020). Lantaran pandemi Covid-19 belum berakhir, peniadaan sistem ganjil genap dilanjutkan hingga 4 Juni.

Pembatasan kendaraan ganjil genap dinilai tidak diperlukan karena volume kendaraan mengalami penurunan, akibat kantor menerapkan work from home (WFH) dan sekolah diliburkan terkait PSBB selama pandemi virus corona. (maya han)