Kualitas Duku Terbaik dari Desa Sabukempat, Hingga Dibawa ke Surabaya dan Bali

Kualitas Duku Terbaik dari Desa Sabukempat, Hingga Dibawa ke Surabaya dan Bali

SHNet, Lampung – Kabupaten Lampung Utara (Lampura), memiliki potensi perkebunan duku terbesar di Provinsi Lampung. Bahkan luas capaiannya hingga 700 hektare yang terletak di Desa Sabukempat, Kecamatan Abung Kunang.

Dengan kualitas hasil panen per periode mampu memasok pasar duku hingga keluar daerah Kabupaten Lampung, hingga Provinsi luar Lampung. Demikian disampaikan Kepala Desa Sabukempat, Nandang,  Mmenurut dia, selama ini hasil perkebunan duku milik warga setempat telah dibawa para pemasok hingga ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

“Kualitas hasil panen buah duku di desa kami tidak kalah dengan daerah lain yang juga memiliki potensi perkebunan yang sama,” kata Nandang.

Dijelaskannya, saat panen raya duku, omset dari perdagangan buah duku di desa tersebut mencapai Rp.1-3 milyar perperiode panen. Bahkan, dengan adanya potensi perkebunan buah duku tersebut, tambah Nandang, pihaknya berencana akan menjadikan Desa Sabukempat sebagai salah satu destinasi agrowisata buah di Kabupaten Lampura.

“Dengan adanya potensi perkebunan duku yang telah menjadi salah satu komoditi dan menunjang perekonomian warga, kami bermaksud untuk menjadikan desa ini sebagai desa wisata buah,”tambahnya.

Dikatakannya, sebagai Proses awal untuk mewujudkan program desa tersebut, maka pihaknya telah membuat masterplan serta telah merancang infrastruktur pendukung.

“Kami sudah merencanakan untuk membangun infrastruktur pendukung guna mewujudkan Desa Sabukempat sebagai destinasi wisata buah,” katanya .

Nandang mengatakan, kedepan  perencanaan infrastruktur akan dibuat dalam bentuk akses jalan menuju area wisata buah yang mencapai 1,5 hektar, saung peristirahatan, wahana permainan outbound, juga perahu karet susur sungai sebagai salah satu unggulan wisata yang dipersiapkan.

“Wahana susur sungai dan juga outbound menjadi program wisata kebun duku yang akan kami unggulkan. Di hamparan areal seluas 1,5 hektar yang akan kami jadikan sebagai pusat wisata alternatif agrowisata berupa susur sungai dipadati dengan pohon-pohon duku yang tentu dapat menjadi studi yang menarik perhatian para wisatawan,”pungkas Nandang. (maya han)