Kabareskrim: Tim Halilintar Tengah Kembangkan Narkoba Jaringan Cina – Malaysia

Kabareskrim: Tim Halilintar Tengah Kembangkan Narkoba Jaringan Cina – Malaysia

 

 

 

SHNet, Jakarta – Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa tim Operasi Halilintar masih mengembangkan kasus narkoba jaringan Cina-Malaysia-Aceh untuk menangkap pemesan dan mengungkap pemasok barang haram itu.

“Kami tidak berhenti sampai di sini. Masih mengembangkan upaya lebih lanjut, terutama siapa pemesannya. Inisial sudah kami kantongi,” kata Komjen Sigit di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis.

Pihaknya pun bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk mengungkap pemasok. Pasalnya pemasok barang diduga berada di Malaysia.

“Kerja sama internasional dengan PDRM untuk membongkar jaringannya,” katanya.

“Kami juga dapat info mereka (pelaku) berhubungan dengan Mr X domisili di Malaysia. Dan Mr X ini berhubungan dengan A di dalam lapas,” katanya lagi.

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Ditjen Bea dan Cukai yang tergabung dalam tim Operasi Halilintar berhasil menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 159 kilogram asal Cina dan menangkap lima tersangka.

Lima tersangka yakni ES, SD, US, SY dan IR ditangkap di Bekasi, Pekanbaru dan perairan Aceh. Para tersangka ini ada yang berperan sebagai kurir maupun transporter.

Mereka ditangkap pada akhir Mei hingga pertengahan Juni 2020.

Selain 159 kg sabu-sabu, tim penyidik juga menyita 3.000 butir ekstasi dan 300 butir H-5 dari tangan tersangka.

Dalam kasus ini paket sabu diduga didatangkan dari Malaysia melalui jalur laut dan mendarat di perairan Aceh. Selanjutnya dikirim menggunakan truk ke Sumatera, khususnya Pekanbaru dan ke wilayah Jabodetabek.

Pengiriman menggunakan truk sengaja disamarkan dengan bahan pokok untuk mengelabui jika ada pemeriksaan petugas.

“Ini jaringan Golden Triangle, jaringan Cina masuk ke Thailand – Malaysia – Indonesia sehingga kemasannya beda. Metodenya (pengiriman) ship to ship,” ujar jenderal bintang tiga ini. (maya han)