Desa Wisata Kubu Gadang Kenalkan Atraksi Silek Lanyah

Desa Wisata Kubu Gadang Kenalkan Atraksi Silek Lanyah

SHNet, Jakarta –  Desa Wisata Kubu Gadang yang terletak tak jauh dari Kota Padang Panjang, Sumatera Barat memang tak seterkenal Bukittingi atau Batusangkar. Namun, Desa wisata Kubu Gadang terus berbenah. Bahkan, banyak turis dari Malaysia yang datang menikmati keindahan dan budaya setempat.

Hamparan sawah dan panorama tiga gunung yang mengelilingi Padang Panjang menjadi daya tarik memikat bagi pengunjung untuk sekadar datang atau menginap di Kubu Gadang, Tiga gunung yang mengitari Kubu Gadang yakni Singgalang, Tandikek, dan Marapi. Bukit Tui yang menjulang di jantung kota ikut melengkapi lanskap di Kubu Gadang dan Sigando.

Tak hanya panorama alam, pengelola juga menyiapkan paket-paket menarik bagi wisatawan yang menginap di sana. Paket tersebut dibagi dalam tiga kategori: kuliner, atraksi, dan edukasi. Pada paket kuliner, misalnya, turis bisa mencoba makan baradaik, yakni makan dengan prosesi pesta khas di Minang. Pilihan lain adalah makan bajamba alias makan bersama.

Di paket atraksi misalnya ada  silek lanyah, randai, dan tari tradisional lain. Silek lanyah adalah atraksi pertarungan silat di lahan sawah berlumpur. Apalagi atraksi ini berlangsung pada malam hari di bawah terang cahaya bulan.

Di paket edukasi, pelancong bisa belajar masak tradisional (marandang), membajak sawah, dan lain-lain.

Pemerintah setempat sudah membangun kurang lebih 17 homestay. Harganya pun cukup murah hanya 300 hingga 500 ribu rupiah. Menariknya lagi, homestay yang digunakan adalah rumah warga sehingga, kita bisa menikmati keramahan penduduk lokal.

Yang menarik, Desa Kubu Gadang juga sudah ditetapkan sebagai Pasar Digital oleh Kementerian Pariwisata melalui Genpi atau Gerakan Pariwisata Indonesia.

Pasar Digital memiliki konsep transaksi jual belinya dengan menggunakan koin yang terbuat dari kayu. Angka satu dikayu dihargai sama dengan seribu rupiah. Disediakan loket untuk tempat penukaran dari uang rupiah ke koin kayu.

Di pasar digital ini kita akan menemui beberapa kuliner langka. Contohnya, Nasi Ka Baka yakni nasi yang  dibungkus  daun pisang beserta lauknya. Beda dengan nasi padang, nasi ini tidak diberi santan. Plus sambal, sebagai pelengkap.. Selain itu, kita juga bisa menikmati kacilmuih, sarang pijangek, bakwan lanyah, pinukuik, dendeng pisang, kacang tojin dan masih banyak lagi kuliner langka yang bisa dinikmati.

Desa Wisata Kubu Gadang terletak di Jalan haji Miskin, Ekor Lubuk, Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat 27112. Dari Bandara Internasional Minangkabau akan menempuh jarak 61 km dan menempuh waktu 1jam 30 menit. (Victor)