Desa Ulak Bandung Lahan Mekarnya Bunga Raflesia

Desa Ulak Bandung Lahan Mekarnya Bunga Raflesia

SHNet, Jakarta – Kawasan hutan Desa Ulak Bandung, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu kini menjadi lahar mekarnya lima bunga Rafflesia Arnoldii. Bunga langka itu mekar dengan sempurna dan terlihat cantik.

Lima bunga itu ditemukan di tiga lokasi berbeda dengan jarak antarlokasi masing-masing sekitar 500 meter.

kelima bunga Rafflesia tersebut merupakan jenis arnoldii yang merupakan salah satu jenis yang diidentifikasi oleh Dr Joseph Arnold, saat mengikuti ekspedisi di hutan Bengkulu dipimpin Thomas Stamford Raffles. Diameter kelima bunga tersebut rata-rata 80 sentimeter. Keindahan bunga yang sedang mekar ini dapat dinikmati hingga empat hari ke depan.

Saat ini, Komunitas Pemuda Peduli Wisata (Pelista) Kecamatan Muara Sahung telah memetakan 11 titik habitat Rafflesia jenis arnoldii dan bengkuluensis di wilayah sekitar desa mereka. Dalam beberapa pekan, beberapa bunga raflesia jenis arnoldii dan bengkuluensis akan mekar. Sebab, saat ini terdata lebih dari 20 bongkol atau calon bunga di 11 titik habitat tersebut.

Sementara itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Agam, Sumatera Barat, menemukan 26 titik sebaran populasi tumbuhan langka jenis bunga Rafflesia Arnoldii dan Rhizantes di hutan pinggir Danau Maninjau.

“Ini berdasarkan pengumpulan data awal lapangan yang kami lakukan bersama tim BKSDA dan masyarakat setempat di Rimbo Sungai Jawuih, Jorong Lambah, Nagari Koto Gadang Anam Koto, Kecamatan Tanjungraya,” kata Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam Ade Putra di Lubukbasung, Selasa.

Ke-26 lokasi sebaran bunga itu terdiri dari Rafflesia Arnoldii enam lokasi sebaran populasi dengan kondisi mekar sempurna hari keenam satu individu, mekar hari pertama satu individu dan membusuk atau layur empat individu.

Sedangkan Rhizantes 20 lokasi sebaran populasi dengan kondisi mekar sempurna, membusuk dan berupa knop.

“Jarak antara titik bunga langka itu hanya beberapa meter. Untuk ukuran Rafflesia yang mekar sempurna hari keenam 86,1 centimeter,” katanya.

Ia menambahkan, eksplorasi bakal dilakukan dalam waktu dekat karena masih banyak sebaran lainnya.

Ke depan lokasi ini dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata, karena lokasi berada di luar Cagar Alam Maninjau dan BKSDA siap bekerja sama dengan pemerintah nagari untuk mengembangkannya.(Victor)