Bertemu Suku Asli Banyuwangi di Desa Wisata Osing Kemiren

Bertemu Suku Asli Banyuwangi di Desa Wisata Osing Kemiren

Desa Wisata Osing Kemiren, Banyuwangi. (Dok.www.travelblog.id)

SHNet, Jakarta- Berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur rasanya tak lengkap kalau belum berkunjung ke Desa Wisata Osing Kemiren.

Desa wisata ini merupakan tempat tinggal asli suku Osing. Dikutip dari www.travelblog.id, Suku Osing merupakan suku asli Banyuwangi atau masyarakat Blambangan yang tersisa. Jadi, jika kita bekunjung ke Desa Wisata Osing Kemiren sudah pasti akan bertemu dengan orang-orang Osing yang sudah berusia lanjut.

Budaya Suku Osing sangat menarik untuk diketahui. Orang-orang Osing yang tinggal di Desa Kemiren masih melestarikan adat dan budaya leluhurnya sampai sekarang. Salah satu budaya yang menarik adalah tarian Gandrung yang masih dimainkan hingga saat ini. Jika beruntung kita bisa menyaksikan pertunjukan tari Gandrung saat berkunjung ke Desa Osing Kemiren.

Budaya bercocok tanam khususnya padi di desa ini juga cukup berbeda mulai dari menanam benih hingga panen. Lesung menjadi benda khas suku Osing yang digunakan untuk menumbuk padi dengan cara memukul-mukul menggunakan alu sehingga akan tercipta alunan musik yang merdu. Jadi, jika berkunjung ke Desa Kemiren kita pasti akan menemukan lesung berukuran besar.

Suku Osing memiliki bahasa dan pakaian adat tersendiri yang dominan bewarna hitam. Kopi khas Osing juga sangat terkenal dan sudah banyak dijual di pusat oleh-oleh di Banyuwangi. Jika ingin mencicipi kuliner khas suku Osing kita bisa datang di hari minggu pagi mulai pukul 6 pagi hingga 10 pagi karena biasanya digelar Pasar Kampung Osing.

Desa Wisata Osing Kemiren terletak di Dusun Krajan, Kemiren, Glagah, Banyuwangi. Rute menuju ke lokasi wisata budaya ini sangat mudah dari pusat Kota Banyuwangi. Jika datang dari luar kota dapat turun di stasiun terdekat yaitu Stasiun Karangasem yang sekarang berubah nama menjadi Stasiun Banyuwangi Kota.

Dari stasiun bisa menggunakan ojek online atau menyewa kendaran di depan stasiun. Lokasi wisata ini tidak terlalu jauh dari pusat kota sekitar 15 menit menggunakan kendaraan. Akses jalan menuju lokasi ini juga sudah bagus. Dari pusat Kota Banyuwangi akan ada banyak petunjuk jalan yang mengarahkan ke lokasi desa Osing Kemiren.

Saat sudah sampai di kawasan Desa Osing Kemiren sebaiknya mencari balai desa yang digunakan sebagai pusat informasi wisata sekaligus pembelian tiket masuk. Balai desa ini terbuat dari kayu dan terletak di pinggir jalan depan gang masuk menuju kampung adat Osing Kemiren.

Jadi, saat sampai di kawasan desa Osing Kemiren kita akan sedikit bingung mencari rumah adat khas suku Osing karena lokasinya yang masih masuk-masuk gang. Jadi, balai desa ini sangat penting sebagai patokan menuju desa wisata Osing Kemiren.

Harga tiket masuk ke Desa Wisata Osing Kemiren sekitar Rp 5.000 per orangnya. Jika ingin mengunjungi kawasan rumah adat khas suku Osing sebaiknya menggunakan sepeda motor karena gang menuju ke desa ini sempit sehingga tidak bisa dilewati mobil. Pengunjung yang datang menggunakan mobil biasanya akan jalan kaki dari pusat informasi di balai desa tadi menuju kawasan rumah adat Osing. Jarak dari pusat informasi menuju kawasan rumah adat cukup jauh dengan jalan yang naik turun. Untuk menuju kawasan rumah adat dari suku Osing harus melewati perkampungan warga terlebih dahulu karena lokasi kawasan rumah adat masih berada lebih dalam lagi. Sesampainya di kawasan rumah adat kampung Osing kita akan dibawa dalam suasana hijau dan sejuknya khas pedesaan.

“Desa Kemiren berasal dari kata kemiri dan duren. Di mana dulu tempat ini banyak tumbuh pohon kemiri dan durian. Desa Kemiren dihuni oleh masyarakat suku Osing yang merupakan suku asli Banyuwangi atau sisa masyarakat Blambangan. Kepala desa yang pertama kali memimpin desa ini bernama Walik yang menjabat pada tahun 1657. Desa Kemiren memiliki banyak keunikan mulai dari adat, tradisi, kesenian, kuliner, serta pola hidup masyarakat Osing yang masih menjaga tradisi adat sejak dulu’’. Tulisan tersebut merupakan informasi yang dapat ditemui di papan terbuat dari kayu yang berada sebelum kita memasuki rumah adat suku Osing.

Kawasan rumah adat suku Osing masih ditinggali sampai saat ini. Rumah suku Osing khas terbuat dari kayu dan berukuran minimalis. Jumlah rumah adat suku Osing di Desa Kemiren ini tidak terlalu banyak, dengan satu pendopo yang digunakan sebagai sanggar seni. Wisatawan yang berkunjung biasanya akan berfoto dengan latar belakang rumah adat. (Stevani Elisabeth)