Petrokimia Gresik Gelontorkan Dana Rp 7,9 Miliar Lawan Covid-19 untuk Berbagai Sektor

Petrokimia Gresik Gelontorkan Dana Rp 7,9 Miliar Lawan Covid-19 untuk Berbagai Sektor

SHNet, GRESIK – Kementerian BUMN telah menunjuk Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agronindustri anggota holding Pupuk Indonesia, sebagai Koordinator Satuan Tugas (Satgas) Tanggap Covid-19 BUMN Jawa Timur (Jatim) untuk membantu pemerintah dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di Jatim.

Direktur Utama (Dirut) Petrokimia Gresik, Rahmad Pribadi menjelaskan sebagai koordinator Satgas, Petrokimia Gresik telah membagi tugas dan peran kepada seluruh BUMN yang berlokasi atau memiliki kantor perwakilan di Jatim untuk berkontribusi. Salah satunya dengan membantu penyaluran bantuan ke berbagai daerah di Jatim. Serta mendirikan 38 Posko Tanggap Covid-19 di seluruh kabupaten/kota di Jatim.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang menginstruksikan agar penanganan Covid-19 harus komprehensif menyentuh seluruh sektor dan daerah, mengingat dampak dari pandemi ini telah dirasakan hampir di seluruh sektor di tanah air.

Sejak Maret hingga April 2020, Petrokimia Gresik telah menggelontorkan dana Rp 7,9 miliar untuk bantuan sektor kesehatan, sosial, ekonomi, keagamaan hingga pertanian di 20 kabupaten dan kota di Jatim.

“Pendistribusiannya bekerja sama dengan BUMN lain, posko, lembaga sosial, instansi, serta pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi,” ujar Rahmad.

Adapun total bantuan Alat Pelindung Diri (APD) yang telah disalurkan ke 32 rumah sakit dan puskesmas secara bertahap antara lain 19.493 pcs masker kain, 23.200 pcs surgical mask, 250 pcs masker N95, 5.724 pasang nitril gloves, 3.648 stel baju pelindung, 1.790 safety boots, 1.470 pelindung wajah dan helm, 189 pasang handscoon non steril, 2.320 buah apron plastik, 278 buah goggles, dan 20 unit disinfectant chamber.

Terbaru, bantuan APD disalurkan melalui pemprov Jatim dan diserahkan langsung oleh Dirut Petrokimia Gresik selaku koordinator Satgas bersama Dirut PTPN X dan PT Sier, serta Direktur SDM & Umum PT PAL dan PT Pelindo 3, yang mewakili anggota Satgas, kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Grahadi Surabaya beberapa waktu lalu.

Menurut Rahmad, bantuan APD untuk tenaga kesehatan, menjadi sangat penting mengingat kasus positif Covid-19 di Jatim terus meningkat, sehingga kebutuhan APD pun semakin tinggi. Bahkan, Jatim saat ini termasuk dalam provinsi dengan pasien Covid-19 terbanyak di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

“Selain APD, kami juga memberikan bantuan obat-obatan sesuai rekomendasi dokter perusahaan,” kata Rahmad.

Selanjutnya, untuk meringankan beban masyarakat kecil yang terdampak secara ekonomi, Petrokimia Gresik memberikan bantuan 160 ton beras, 400 kardus mie instan, dan 300 paket sembako untuk masyarakat sekitar perusahaan maupun daerah lainnya seperti Lamongan, Pasuruan, dan Pamekasan.

Rahmad menjelaskan bahwa sembako ini untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama kebijakan physical distancing dan imbauan #DiRumahAja yang digencarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

“Serta penerapan PSBB, dalam hal ini untuk Surabaya, Gresik dan Sidoarjo yang diperpanjang hingga 25 Mei mendatang,” ujar Rahmad.

Selain bantuan sembako, perusahaan juga melakukan edukasi bahaya dan pencegahan Covid-19 serta penyemprotan disinfektan di 8 desa/kelurahan sekitar perusahaan, kantor pemerintahan, dan 100 sarana ibadah mulai dari masjid, musala, gereja hingga pura.

“Kami menyadari, untuk menghadapi pandemi ini dibutuhkan gerak bersama dan kesadaran dari semua pihak. Untuk itu, Petrokimia Gresik terus merajut kebersamaan dengan berbagai elemen termasuk tempat-tempat ibadah di sekitar perusahaan,” ujar Rahmad.

Di sektor hulu pertanian, Petrokimia Gresik berupaya melindungi sekaligus memperkuat optimisme para petani di tengah pandemi dengan menggelar panen padi di dua lumbung beras nasional, yakni Jember dan Ngawi pada 8-9 April 2020.

Kegiatan ini adalah arahan dari Menteri BUMN Erick Thohir yang menginstruksikan agar BUMN bidang pangan selalu mempertahankan ketersediaan stok pangan dan bahan pokok, serta menjaga penyalurannya selama pandemi Covid-19.

“Panen padi ini adalah salah satu bukti bahwa upaya pemenuhan stok pangan nasional, khususnya beras, tetap berjalan meskipun Indonesia tengah menghadapi wabah penyakit,” ujar Rahmad.

Selain panen padi, dalam kesempatan ini Petrokimia Gresik juga memberikan sosialisasi dan bantuan pencegahan Covid-19 kepada petani, serta melakukan penyemprotan disinfektan di kios resmi, gudang penyangga, hingga armada transportasi pupuk bersubsidi.

“Petani adalah garda terdepan ketahanan pangan nasional, jika kesehatan dan keselamatan mereka terjamin, maka kegiatan pertanian dapat berjalan lancar, sehingga ketersediaan pangan nasional dapat tetap terpenuhi,” terang Rahmad.

Rahmad menyatakan, berbagai upaya dan bantuan tersebut adalah wujud komitmen Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri sekaligus Koordinator Satgas Tanggap Covid-19 BUMN Jatim dalam membantu pemerintah menekan laju penyebaran Covid-19, khususnya di Jatim.

“Komitmen dan sinergi ini akan terus kami tingkatkan. Kami optimis Indonesia akan segera keluar dari pandemi ini jika seluruh elemen terus bahu membahu dan bekerja sama dalam penanganan Covid-19,” tegasnya. (cj)