Odesa Rajut Solidaritas Sosial dengan Kupat, Telur dan Kelor

Odesa Rajut Solidaritas Sosial dengan Kupat, Telur dan Kelor

SHNet, BANDUNG – Bagi umat Islam, Idul Fitri adalah perayaan yang mendorong setiap individu untuk saling bermaaf-maafan sekaligus berbuat kebaikan. Di Desa Cikadut Kabupaten Bandung Jawa Barat, Yayasan Odesa Indonesia memanfaatkan Idul Fitri untuk bersolidaritas sosial dengan pemaknaan yang khusus.

Beberapa relawan relawan blusukan keluar masuk rumah warga membagikan Ketupat, Kelor dan Telur. Menurut Pembina Yayasan Odesa Indonesia, Budhiana Kartawijaya, pembagian masakan matang ini dimaksudnya untuk solidaritas sosial sekaligus edukasi gizi.

“Ketupat itu simbol dari rajukan penuh makna. Pengikat atas keberagaman yang harus dijaga. Kuning janur simbol pancaran hati. Didalamnya memuat nilai pangan yang menjadi kebutuhan dasar hidup. Jadi ini merupakan tradisi yang baik, sebuah nilai dari kebudayaan yang perlu diteruskan,” kata Budhiana Kartawijaya, Kamis, 28 Mei 2020 di sela kegiatan.

Sementara sayuran Kelor menurut Budhiana, merupakan tanaman pangan bergizi yang sedang disolisasikan secara luas oleh Yayasan Odesa Indonesia. Kelor adalah bahan gizi berbasis nabati yang nilai gizinya sangat penting untuk rakyat Indonesia. Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa pun menganjurkan setiap orang mengonsumsi kelor. Sayangnya masih banyak yang belum menanam.

Dengan memberikan makanan langsung menurut Budhiana orang akan merasakan nikmat dan manfaat gizinya. Selanjutnya ia berharap semua warga di Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung segera menanam kelor karena Yayasan Odesa Indonesia menyediakan bibit untuk petani Cimenyan.

“Adapun telur itu bermakna sebagai awal kelahiran spesies. Bulatan putih juga bermakna kosong-kosong, dan di dalamnya memuat protein yang cukup baik. Kalau digabung antara karbohidrat beras, kelor dan telur,” itu nilai gizinya sudah bagus,” terang Budhiana.

Dalam kesempatan aksi solidaritas sosial tersebut Yayasan Odesa Indonesia juga menekankan pentingnya pengetahuan gizi dari botani, terutama kelor. Ada brosur yang disertakan sebagai bentuk penyebaran pengetahuan. (odesa.id)