Jelang Lebaran, Belasan Petani Cimenyan Panen Kelor

Jelang Lebaran, Belasan Petani Cimenyan Panen Kelor

SHNet, BANDUNG – Empat hari menjelang lebaran 2020, Roni Setiawan (40) bersama keluarganya menyempatkan mengurus kebun kelornya. Panen kelor menjelang lebaran ini juga dilakukan oleh belasan petani lain di Cikadut yang pada akhir tahun 2019 sudah mengembangkan budidaya kelor.

Tujuan panen kanen kelor hari Rabu, 20 Mei 2020, untuk konsumsi keluarganya dan sebagian akan dibagikan untuk tetangganya yang belum menanam. Lokasi ladang pertanian Roni di perbukitan Desa Cikadut bagian utara, berjarak 3 km dari Kuburan Corona Cikadut Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung.

“Saya sudah mulai menanam satu tahun lalu. Secara bertahap dan sekarang sudah sering panen. Pihak Yayasan mendorong saya untuk mengonsumsi rutin, berbagi bibit dan hasil panen kepada saudara dan tetangga, dan selebihnya dijual ke Yayasan untuk diolah menjadi teh daun kelor,” kata Roni.

Tanaman bernama latin Moringa Oleifera dikembangkan oleh Yayasan Odesa Indonesia dengan melibatkan ribuan petani dengan tujuan memperkuat gizi, ekonomi dan juga penyelamatan lahan dari erosi.  Menurut Roni, bertani kelor itu memiliki keunggulan karena bisa memanen secara rutin.

Sekalipun setiap pohon bisa dipanen rutin dalam masa 35 hari, namun perbedaan usia daunnnya memungkinkan Roni memanen setiap pekan. “Kelor itu sekali tanam panen seterusnya,” katanya.

Menurut Yayasan Odesa Indonesia, Kelor merupakan sumber gizi yang baik untuk kesehatan masyarakat yang direkomendasikan Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 2014.  Apalagi di masa pandemi covid-19  yang setiap orang dituntut untuk menjaga imunitas tubuh.

Roni menjadi salahsatu contoh pentingnya teladan pengembangan pertanian penghasil gizi dan penyelamatan lingkungan. Dengan menanam kelor, keluarga petani akan mendapatkan gizi yang melimpah dan lahan yang ditanami kelor tertolong dari bencana erosi karena kelor adalah tanaman sayuran dengan batang kayu yang kokoh dan besar.

Kegiatan Yayasan Odesa Indonesia dalam memajukan pertanian di Kawasan Bandung Utara selama masa 3 tahun telah meluaskan tanaman kelor hingga pada tujuh desa di Kecamatan Cimenyan dan beberapa desa di daerah lain. Selain kelor, Yayasan Odesa Indonesia juga menyertakan tanaman penghasil gizi lain seperti sorgum, hanjeli, daun afrika dan bunga telang.

Pendamping Ekonomi Pertanian Odesa Indonesia, Basuki Suhardiman, menyatakan sudah lebih membagikan 12 ribu bibit kelor kepada 4.358 petani untuk ditanam di pekarangan masing-masing.  Selain tanam di pekarangan, terdapat 76 petani yang sudah mulai mengembangkan kelor untuk tanam tumpang sari di ladangnya. Terdapat 12 pembibit yang menyediakan bibit untuk kebutuhan tanam. Dan terdapat 16 petani yang sudah menanam dengan sistem intensif di area ladang.

“Pertanian yang berdaya guna adalah pertanian yang berbasis ilmu pengetahuan. Banyak sumber pangan kita yang baik untuk menjawab problem gizi, dan juga bisa menjadi solusi baru ekonomi. Kelor merupakan salahsatu tanaman yang penting dalam gerakan perbaikan kualitas manusia Indonesia di desa-desa,” Kata Basuki. (ij)