Pesan Terselip Lukman Niode Kepada Suryo Agung dan Lingling

Pesan Terselip Lukman Niode Kepada Suryo Agung dan Lingling

KEHILANGAN - Mantan Sprinter Nasional, Suryo Agung merasa begitu kehilangan Lukman Niode karena merasa banyak dibimbing menjadi atlet dan diajari masalah organisasi serta pembinaan olahraga. (Ist)

SHNet, JAKARTA -Ternyata sebelum meninggal dunia akibat Covid 19, legenda renang Indonesia Lukman Niode sempat menitip pesan dengan mantan sprinter nasional, Suryo Agung Wibowo dan mantan petenis meja putri nasional, Lingling Agustin.

Pesan itu disampaikan rapat Indonesian Olympic Association (IOA) yang digelar virtual online, 8 April lalu. Dalam rapat itu, Lukman Niode selaku Wakil Ketua Umum IOA meminta Liling Agustin selaku Bendahara dan Suryo Agung (Kabid Movement) untuk mengembangkan IOA dan memajukan prestasi olahraga Indonesia.

“Waktu itu mas Lucky meminta saya dan Suryo Agung agar mengembangkan IOA dan terus berkarya demi prestasi olahraga Indonesia ke depan. Saya sempat kaget dan bilang mas Lucky jangan begitu lah kan kita masih butuh bimbingan,” cerita Lingling melalui telepon selular, Minggu (19/4/2020).

“Saya sih tak menanggapi. Tapi, mas Lucky tetap saja minta saya agar tidak menolak sembari menyebut dirinya sudah menghubungi Suryo Agung. Dan, Suryo Agung yang hadir dalam rapat virtual online itu pun mengiyakannya,” tambah Lingling Agustin.

Pernyataan Lingling dibenarkan Suryo Agung. “Ya, mas Lucky memang memberikan pesan kepada saya dan Lingling agar IOA dikembangkan. Bahkan, saya juga diingatkan harus bisa mengembangkan prestasi olahraga lain dan tidak hanya terfokus dengan olahraga atletik saja,” kata Suryo Agung yang dihubungi secara terpisah.

“Saya juga sempat ngomong kan masih ada yang lain. Tapi, mas Lucky bilang sudah saatnya yang muda berkarya untuk membangun prestasi olahraga Indonesia ke depan,” tambah pemilik rekor lari 100 M SEA Games dengan catatan waktu 10,17 detik.

Baik Lingling maupun Suryo Agung merasa sedih dengan kepergian Lucky. “Saya merasa kehilangan. Mas Lucky itu banyak memberikan nasihat dan membimbing saya dalam berogranisasi. Mas Lucky itu sangat teliti dan jika saya melakukan kesalahan langsung diperbaiki dengan memberikan penjelasan secara rinci sehingga saya paham,” kata Lingling.

“Saya juga merasa kehilangan. Mas Lucky juga banyak membimbing saya menjadi atlet dan mengajari tentang masalah organisasi serta pembinaan olahraga,” timpal Suryo Agung yang kini menjadi pegawai Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). (Nonnie Rering)