Menkes Siapkan Tamiflu Bagi Pasien Positif Covid-19 di Indonesia.

Menkes Siapkan Tamiflu Bagi Pasien Positif Covid-19 di Indonesia.

MEMBAGIKAN - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto katakan kalau pemerintah telah membagikan obat Tamiflu sebanyak 450.000 ke rumah sakit-rumah sakit yang menangani pasien positif corona. (Ist)

SHNet, JAKARTA – Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto sodorkan obat Tamiflu untuk menangani pasien positif Covid-19. Obat yang digunakan saat wabah Flu Burung.

Saat rapat virtual dengan Komisi IX DPR RI, Menkes Terawan mengungkapkan, hingga saat ini belum ada obat ataupun vaksin khusus dalam menangani Covid-19. Sejauh ini, lanjut Terawan, pihaknya menggunakan antivirus jenis Tamiflu untuk menangani pasien positif Virus Corona di Indonesia.

“Kita menggunakan Tamiflu yang persediaannya ada, yaitu kita sudah ada di dinas kesehatan dan sudah terbagikan,” kata Terawan, Jumat (3/4/2020).

Menurut Terawan, pemerintah telah membagikan obat Tamiflu sebanyak 450.000 ke rumah sakit rumah sakit yang menangani pasien positif corona. Dia mengklaim, obat tersebut pun sudah mendapatkan rekomendasi dari himpunan dokter paru-paru Indonesia.

“Kita kemarin membagikan kembali 450 ribu tablet tamiflu sesuai dengan protokol dari perhimpunan dokter paru Indonesia yang kita berikan ke rumah sakit. Dan ini kemarin hari Rabu datang bahan baku untuk tamiflu yang sehingga kita akan bisa mendapatkan satu juta tablet dalam seminggu dua minggu mendatang,” ujarnya.

Tamiflu sebetulnya merupakan merk dagang obat yang mengandung oseltamivir. Tergolong ke dalam obat antivirus yang berfungsi untuk menghentikan aktivitas perkembangan virus di dalam tubuh.

Tamiflu sebetulnya sudah tidak asing lagi di dunia kedokteran. Umumnya, Tamiflu merupakan obat yang sering digunakan untuk penyembuhan penyakit virus influenza, baik itu influenza A ataupun influenza B.

Tamiflu juga sudah mendapatkan rekomendasi penggunaan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). Obat ini bisa meredakan gejala pada pasien virus corona seraya menunggu Avigan dan Klorokuin yang sudah dipesan oleh Presiden Jokowi.

Tamiflu juga pernah digunakan sebagai obat utama ketika wabah flu burung melanda Indonesia di tahun 2005. Saat itu, Indonesia mengikuti arahan WHO dengan menjadikan Tamiflu sebagai salah satu obat dalam terapi penyembuhan pasien virus H5N1.

Obat buatan Amerika Serikat ini dipercaya dapat mempercepat pemulihan pasien dengan gejala flu, seperti pasien Covid-19, hingga 1-2 hari. Namun menurut laporan Web MD, sekali pun Tamiflu dipercaya dapat membantu memperbaiki kondisi seperti hidung tersumbat, batuk, sakit tenggorokan, demam hingga mengigil, nyeri tubuh, dan rasa letih, obat ini memiliki efek samping yang wajib diketahui penggunanya. Efek samping yang umum terjadi adalah mual dan muntah. Selain itu, pada beberapa kasus, khususnya anak-anak, obat ini menyebabkan kebingungan, agitasi, bahkan mencelakai diri sendiri.

Karena itu penggunaan Tamiflu oseltamivir harus tetap berdasarkan rekomendasi dari dokter spesialis atau dokter yang menangani pasien terinfeksi. Penggunaan Tamiflu oseltamivir yang keliru dapat menyebabkan beberapa efek samping. (Nonnie Rering)