Majelis Desa Adat Bali Laksanakan Nyepi Serentak

Majelis Desa Adat Bali Laksanakan Nyepi Serentak

SHNet, Jakarta – Majelis Desa Adat Provinsi Bali dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali merencanakan melaksanakan “Nyepi/Nyipeng Desa Adat” serentak di semua desa adat di Pulau Dewata selama tiga hari, yakni pada 18, 19 dan 20 April 2020, sebagai upaya untuk mempercepat penanggulangan COVID-19.

“Hal ini adalah upaya melengkapi upaya sekala (fisik) dan niskala (rohani) untuk mempercepat penanggulangan COVID-19. Secara niskala sangat berkaitan dengan menghormati Bhuta Kala sebelum Tilem Kadasa (bulan mati kesepuluh), yaitu tanggal 22 April, disertai dengan upacara Bhuta Yadnya yang berskala kecil,” kata Ketua MDA Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, saat dikonfirmasi di Denpasar, Senin malam.

Menurut Sukahet, berbeda dengan Nyepi yang menandai pergantian Tahun Baru Caka, pada Nyepi Desa Adat serentak nanti, krama atau warga desa adat hanya tidak boleh keluar rumah atau dengan kata lain tinggal di rumah saja selama tiga hari, kecuali yang mempunyai tugas khusus dan mendapatkan dispensasi.

Kalau Nyepi yang merupakan awal Tahun Baru Caka itu, kata dia, masyarakat Bali selain tidak diizinkan keluar rumah, juga dilarang untuk menyalakan penerangan dan saluran internet maupun siaran televisi juga dimatikan, bandara hingga pelabuhan juga tidak beroperasi.

Sementara bagi umat yang bukan warga desa adat, diimbau untuk turut berpartisipasi dalam Nyepi Desa Adat itu.

“Rencana ini disetujui antara MDA dan PHDI hanya tidak boleh keluar rumah saja, sedangkan lain-lainnya akan normal seperti bandara, internet dan sebagainya. Jadi hanya ‘eka berata’ atau tidak keluar rumah saja,” ucapnya. (Victor)