Kecamatan Bungi di Sulteng Jadi Percontohan Penerapan Kartu Tani

Kecamatan Bungi di Sulteng Jadi Percontohan Penerapan Kartu Tani

APRESIASI - Para petani memberi apresiasi lantaran kartu tani juga bisa dipakai untuk mengontrol ketersediaan subsidi pupuk. (Dok/SHNet)

SHNet, BUNGI – Sulawesi Tenggara (Sulteng) mulai mensosialisasikan penerapan kartu tani. Dan, Kecamatan Bungi pun dijadikan percontohan untuk penerapannya. Petani setempat memberi apresiasi lantaran kartu tani juga bisa dipakai untuk mengontrol ketersediaan subsidi pupuk.

Ketua Kelompok Tani Kelurahan Liabuku, Nurdan mengatakan, dengan adanya kartu tani sangat membantu petani persawahan. Tujuannya pun jelas, agar subsidi pupuk yang diberikan oleh Pemerintah tak sampai disalahgunakan.

Hingga saat ini pengambilan pupuk masih melalui Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK) , karena kartu tani belum dibagikan.

“Tentu saja agar bisa menghindari seandainya ada distributor pupuk yang mengatakan sudah habis tapi ternyata masih ada jatah pupuknya. Karena itu dengan adanya kartu tani Pemerintah dapat mengontrol ketersediaan subsidi pupuk untuk petani, dan pupuk tak disalahgunakan,” jelas Nurdan, Selasa (7/4/2020).

Ia mengatakan, belum lama ini terjadi perselisihan antara petani dan distributor pupuk. Karena pembagian pupuk yang tak merata, yang seharusnya pemberian pupuk sesuai dengan e-RDKK yang diajukan oleh petani.

“Beruntung saat ini subsidi pupuk sudah mulai membaik dan tak ada perselisihan antara distributor dan petani. Semoga kedepannya bisa lebih bagus lagi dalam pensubsidian pupuk kepada petani,” tuturnya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, keberadaan kartu tani diharapkan membawa dampak yang positif bagi semua kalangan. Tidak hanya bagi pemerintah dan pihak terkait saja, melainkan yang paling penting adalah manfaat bagi para petani.

“Dengan adanya kartu tani, nantinya para petani dapat menggunakannya dalam membeli pupuk bersubsidi, langkah ini efektif dalam menyalurkan pupuk subsidi tepat sasaran,” jelas Mentan.

Selain manfaat tersebut, katanya, kartu tani juga kedepan dapat digunakan para petani untuk dapat mengajukan kredit usaha rakyat (KUR) di lembaga perbankan dan keuangan yang telah ditunjuk oleh pemerintah. “Kartu tani digunakan untuk memverifikasi data para petani ketika melakukan pengajukan pinjaman kredit usaha,” jelasnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menambahkan, tak semua orang dapat memiliki kartu ini, ada rangkaian proses yang harus dijalani. Tujuannya agar bantuan subsidi pupuk benar- benar tepat sasaran. Persyaratan utama mendapatkan kartu ini adalah petani harus tergabung dalam kelompok tani serta memiliki e-KTP.

“Verifikasi data Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) pada tahun 2020 di semua provinsi diarahkan ke e-RDKK, kemudian Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) melakukan pendataan dan verifikasi data ke lapangan (jenis pupuk dan kebutuhan pupuk sesuai dosis rekomendasi) yang kemudian PPL mengunggah data petani ke dalam sistem e-RDKK,” jelas Sarwo Edhy.

Selanjutnya, tambah Sarwo Edhy, data e-RDKK yang sudah disetujui oleh Kepala Dinas Pertanian akan diambil secara elektronik oleh Bank kemudian diverifikasi kevalidan datanya.

Apabila datanya sesuai dengan persyaratan perbankan akan diterbitkan Kartu Tani. Bila tidak/belum sesuai akan dikembalikan ke dinas secara elektronik atau melalui sistem erdkk ke admin kabupaten/kecamatan.

“Jika data petani yang sudah valid akan dibuatkan Kartu Tani diisi volume usulan kebutuhan pupuknya. Kemudian diserahkan kepada petani yang bersangkutan,” jelas Sarwo Edhy.

Bank akan menggandeng kios pengecer resmi pupuk sebagai agen Bank. Kios pengecer yang sudah menjadi agen Bank akan diberikan EDC sebagai alat transaksi Kartu Tani.

“Setelah proses ini rampung, petani dapat menggunakan Kartu Tani sebagai alat penebusan pupuk bersubsidi di Kios Pengecer Resmi,” kata Sarwo Edhy. (Nonnie Rering)