Desa Harus Dilindungi dari Pemudik

Desa Harus Dilindungi dari Pemudik

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi. (Dok. Mugi/Kemendes PDTT)

SHNet, Jakarta – Dalam beberapa waktu ke depan, Pemerintah akan membuat aturan yang tegas soal larangan mudik.

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi menegaskan, desa harus dilindungi dari pemudik.

Sebab, mudik di hari raya lebaran pasti akan melibatkan mobilisasi puluhan hingga ratusan juta orang.

Kenapa desa itu harus dibuat steril dari wabah Covid-19? “Karena desa harus tetap menjadi pusat produksi untuk mensuplai barang- barang kebutuhan dasar khususnya pangan ke kota. Kalau desa hancur bagaimana orang kota dan kaum urban mau makan? ” ujar Budi Arie Setiadi, kemarin.

“Desa harus tetap menjadi lumbung pangan jika pergerakan ekonomi dan produksi di kota melambat atau lumpuh seperti belakangan ini, ” ujar Wamendes.

Budi menegaskan jika akses ke desa dibuka maka resiko yang bakal dihadapi adalah semua struktur sosial dan produksi bangsa di desa bisa hancur.

“Seluruh kepala desa, perangkat desa, relawan desa dan seluruh warga desa sudah siap dan mengantisipasi serius soal wabah Covid-19 . Tapi bebannya jangan ditambah dengan arus mudik. Desa harus kita lindungi dari para pemudik,” pungkas Budi.