Viral Pemukulan Anggota di Polres Padang Pariaman, Kapolri, Sudah di Tangani Propam

Viral Pemukulan Anggota di Polres Padang Pariaman, Kapolri, Sudah di Tangani Propam

SHNet,Jakarta – Kepala Kepolisian RI Jenderal Idham Azis menegaskan untuk tidak sesuai aturan yang berlaku, terhadap anggotanya yang sudah melakukan tindakan tidak terpuji terhadap bawahannya.

Hal ini terkait dengan beredarnya video tiga pria berseragam polisi, dipukul menggunakan kope oleh seorang pria yang juga berpakaian polisi beredar di media sosial facebook.

Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis mengaku sudah mengetahui video tersebut yang terjadi di Polres Padang Pariaman, Polda Sumatera Barat (Sumbar).

“Sudah ditangani dan diproses oleh Propam Polda Sumbar,” ‎ucap Idham kepada SHNet, Kamis (26/3/2020).

Sementara itu dalam kesempatan terpisah Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Satake Bayu Setianto juga membenarkan kini kasus itu sudah ditangani Propam Polda Sumbar.

“Benar kejadiannya di Polres Padang Pariaman, hari Kamis tanggal 19 Maret 2020,” ungkap Bayu saat dikonfirmasi.

Bayu menambahkan Kapolri sudah meminta agar oknum perwira yang diduga melakukan penganiayaan segara diproses hukum dengan tegas.

” Perintah bapak Kapolri, oknum perwira yang diduga melakukan penganiayaan terhadap bintara akan diproses secara tegas,” tuturnya.

Untuk diketahui sebuah video yang diunggah oleh akun facebook Firmansyah Padang TerapiStroke pada Rabu (25/3/2020) viral dan telah dibagikan oleh warganet sebanyak 472 kali.

” Penganiayaan yang tdk pantas terjadi di tubuh Polri di Polres Padang Pariaman Polda Sumbar yang dilakukan oleh Ipda Septian dwi cahyo yang mengakibatkan personel masuk rumah sakit dan tidak sadarkan diri karena di pukul berkali kali menggunakan kopel keras di bagian yang sangat sensitif yaitu bagian kepala,” tulis akun Firmansyah Padang TerapiStroke.

Dalam video terlihat tiga anggota Bintara sedang berlutut di sebuah lapangan. Ketiganya dipukul dengan kopel hingga ditendang oleh polisi yang merupakan Perwira Pertama Polres Padang Pariaman.Pemukulan hanya karena ketiga bintara datang terlambat saat apel. Akibat peristiwa ini, satu anggota Bintara masuk rumah sakit.(maya)