Ingat Blitar, Ingat 5 Kampung Wisata Ini

Ingat Blitar, Ingat 5 Kampung Wisata Ini

Kampung Coklat di Blitar. Jawa Timur. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Berkunjung ke Blitar, Jawa Timur, tak sebatas mengunjungi candi dan makam Presiden RI pertama Soekarno.

Blitar juga memiliki 5 kampung wisata yang edukatif dan menarik untuk dikunjungi. Pastinya, kamu akan terkesan usai berkunjung ke sana. Yuk, jelajah kelima kampung wisata ini.

Di daerah asal Bung Karno ini, kita dapat berkunjung ke Kampung Coklat. Sesuai dengan namanya, maka pengunjung yang datang ke kampung wisata ini akan berbagai hal tentang coklat.

Mulai dari duduk-duduk di areal makan yang ditumbuhi oleh pohon-pohon coklat. Sesekali pengunjung juga dapat melihat buah-buah cocoa yang bergelantungan.

Meski Kampung Coklat ini terbilang kampung wisata baru, namun namanya sudah terkenal di kalangan wisatawan nusantara (wisnus)

Wisata edukasi yang disajikan mulai dari kebun cacao hingga proses pembuatan coklat yang siap untuk dikonsumsi. Terletak di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, tempat ini sangat cocok bagi wisatawan yang penasaran akan proses pembuatan coklat yang legit dan manis.

Selain punya Kampung Coklat, Blitar juga memiliki Kampung Wisata Bathok. Dikutip dari www.travelingyuk.com berawal dari keuletan dalam membuat dan memasarkan hasil dari kerajinan batok kelapa, akhirnya orang tersebut dapat menginspirasi warga sekitar untuk ikut membuat dan menjadikan kampung wisata ini lebih dikenal akan produksi kerajinan Batok hingga ke mancanegara.

Terletak Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, tempat ini cukup mudah ditemukan baik bantuan digital maps maupun bantuan pedagang souvenir penjual kerajinan Batok karena kampung ini merupakan salah satu pemasok terbesar souvenir berbahan batok kelapa ini. Umumnya, hasil kerajinan yang populer adalah tas, alat masak hingga furniture perlengkapan rumah.

Ada lagi Kampung Wisata Kendang. Kampung ini awalnya memproduksi beberapa kerajinan kayu sebagai souvenir dan cindera mata yang banyak dipasarkan pada kios-kios sepanjang makam presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno. Namun dengan berjalannya waktu, kerajinan alat musik kendang yang awalnya berbentuk kecil sebagai souvenir justru lebih diminati seiring naik daunnya musik dangdut.

Produksi alat musik ini pun semakin diminati pengrajin dikampung tersebut karena lebih memiliki nilai jual bahkan sudah banyak negara yang menjadi tujuan ekspor kerajinan Kendang karena kualitasnya yang sudah sesuai standart masing-masing negara.

Selain itu, Blitar juga memiliki Kampung Wisata Gerabah. Gerabah mulai turun penggunaannya oleh masyarakat karena kalah bersaing dengan produk berbahan plastik dan alumunium. Salah satu pengrajin di Kabupaten Blitar ini memiliki inisiatif untuk membuat suatu kampung edukasi proses pembuatan gerabah.

Lambat laun, kampung ini semakin dikenal hingga mampu menembus pasar ekspor karena kualitas gerabah yang baik. Tidak heran jika tempat ini setiap minggunya selalu didatangi instansi pendidikan yang ingin mengetahui proses pembuatan gerabah yang unik dan menyenangkan.

Masih di Blitar, sempatkan diri Anda mengunjungi kampung belimbing. Disebut kampung belimbing karena mayoritas warga di sini menanam belimbing sebagai mata pencaharian. Belimbing yang dihasilkan memang tidak sembarangan, berkualitas super dengan ukuran botol air mineral tanggung dan sekaligus menjadi pasar utama ekspor dan supermarket lokal di tanah air.

Jika wisatawan ingin belajar bagaimana budidayanya, lokasi ini menyediakan sarana edukasi lengkap sambil menikmati buah bintang dengan rasa yang menyegarkan. Belajar suatu hal baru yang memiliki nilai ekonomi tinggi, pastinya tidak mengecewakan bagi wisatawan. (Stevani Elisabeth)