Tepuk Tepung Tawar

Tepuk Tepung Tawar

SHNet, Jakarta – Tepuk Tepung Tawar, jika mendengar kalimat ini pasti orang – orang akan langsung berfikir ini adalah tradisi masyarakat Riau. Benar saja karena tradisi ini sangat kental pada masyarakat melayu disana, dan tradisi ini popular sebagai tradisi kebudayaan di Riau. Namun kenyataannya hampir semua masyarakat Melayu di Indonesia mengenal dan menjalani upacara ini pada  satu kesempatan.

Tepung Tawar popular nya masyarakat melayu di Indonesia menyebutnya merupakan upacara adat yang biasa di lakukan masyarakat melayu. Prosesi upacara ini biasa dilakukan dalam rangka mengucapkan rasa syukur atas hajat yang telah berhasil di laksanakan.

Tepuk Tepung Tawar, seperti namanya prosesi ini dilakulan dengan cara tepung ditepuk – tepuk di punggung tangan, telapak tangan dan badan tangan dengan mengunakan daun regayu atau daun sertati. Daun ini di gunakan oleh masyarakat melayu di Lubuklinggau Sumatera Selatan, daun yang digunakan biasanya berbeda, sesuai dengan daerah – daerah yang melakukan upacara. Caranya, beberapa helai daun regayu atau daun sertati ini di oleskan pada tepung tawar lalu di tepukkan ke tangan yang menerima hajat. Tepung tawar adalah tepung yang di haluskan dan di beri sedikit air. Air yang di gunakan biasanya air mawar. Dan setelah selesai prosesi tepung tawar akan di akhiri doa oleh alim ulama.

Ada juga di beberapa daerah akan menambahkan tebar beras kuning ke seluruh badan orang yang menerima hajat, di akhir prosesi upacara lalu baru di tutup dengan doa.

Di beberapa daerah di Indonesia tepung tawar biasa dilakukan pada prosesi pernikahan, ini bermakna mengungkap rasa syukur kepada Tuhan YME dan mengajak tamu undangan untuk turut merasakan kebahagian sang pengantin.

Pada umumnya selain mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan orang yang punya hajat, masyarakat melayu juga memaknai upacara ini sebagai upacara tolak bala.

Upacara Tepuk Tepung Tawar ini menambah warna khazanah kebudayaan yang ada di Indonesia. (ina)