Sambang Kampung Budaya Polowijen, Pertamina Berikan ‘Solusi’ Kembangkan Kampung Tematik

Sambang Kampung Budaya Polowijen, Pertamina Berikan ‘Solusi’ Kembangkan Kampung Tematik

SHNet, MALANG – Kampung Budaya Polowijen (KBP) yang merupakan salah satu kampung tematik di kota Malang kedatangan rombongan PT. Pertamina (Persero) Surabaya, serta anggota Dewan Pogram Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, di Polowijen, Blimbing, kota Malang, Sabtu (22/02).

Momen tersebut bagi penggagas KBP, Ki Demang dimanfaatkan untuk curhat (sharing session) pada perwakilan PT Pertamina dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Ki Demang mengatakan, pihaknya bersama warga Polowijen mengembangkan KBP secara mandiri sejak 2017. Ki Demang sadar betapa sulitnya memikirkan keberlanjutannya.

Menurut Ki Demang, KBP tidak sekedar mimikirkan seni budaya, melainkan aspek lingkungan dan pengembangan ekonomi yang dibutuhkan masyarakat.

“Bagaimana caranya kami mendapatkan dana CSR dan bantuan pemerintah?” tanya Ki Demang.

Bak gayung bersambut. Manager Communication & CSR MOR V, Rustam Aji merespon curhat Ki Demang. Aji menyampaikan pemerintah melalui BUMN mempunyai program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dimana kelompok maupun lembaga bisa mengaksesnya.

“PKBL adalah program pemberdayaan kondisi sosial masyarakat di sekitar wilayah operasi Pertamina melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN dan bersifat hibah,” kata Aji.

Aji menambahkan, program bersifat bantuan langsung berupa hibah baik dalam bentuk dana maupun fisik sesuai dengan permintaan masyarakat. Program menjangkau seluruh Kota dan Kabupaten di Indonesia.

“PKBL membantu masyarakat untuk dapat mencapai kesejahteraan dan kondisi sarana fasilitas umum yang lebih layak,” katanya.

Aji lantas memberikan kiat-kiat mengajukan tata cara pengajuan PKBL. Antara lain, pertama, pemohon mengajukan permohonan bantuan berupa proposal disertai surat pengantar yang memuat (data pemohon (kelompok, lembaga atau panitia).

Kedua, data kegiatan atau spesifikasi objek bantuan yang diminta. Ketiga, data progress kegiatan atau objek bantuan. Keempat, rencana kebutuhan dana untuk kegiatan atau objek bantuan (RAB/Rencana Anggaran Biaya). Kelima, alamat/denah lokasi pemohon, foto/dokumentasi pendukung.

Aji menyampaikan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Pertaminan (Persero) yang dapat diberikan. Antara lain: bantuan kebakaran hutan dan bencana alam; bantuan pendidikan dan pelatihan; bantuan peningkatan kesehatan; bantuan pelestarian alam; bantuan sarana ibadah; bantuan sarana prasarana umum; bantuan sosial kemasyarakatan pengurangan kemiskinan.

“Untuk kampung tematik yang diorientasikan sebagai kampung wisata tinggal disesuaikan asal memenuhi kriteria dan syarat sebagaimana di atas,” imbuh Aji.

Sementara itu, ketua dewan pertimbangan proper Kementerian LHK Djismun Kasrie mengatakan, perubahan lingkungan itu dari budaya dan melalui budaya lingkungan bisa berubah lebih baik.

“Kiranya perlu bagi BUMN seperti PT. Pertamina (Persero) mengintervensi perubahan lingkungan dengan memberikan CSR sebagai salah satu penilaian kinerja kepada kampung kampung tematik sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pengembangan kebudayaan,” terangnya.

Diketahui, selain disuguhi hidangan sego ndeso, jajan tradisional, minum dawet dan jamu, rombongan juga dihibur dengan musik angklung, tari topeng Malang Patih, Grebeg Sabrang. Pamungkas acara, rombongan ikut menari topeng bersama tari Topeng Grebeg Jowo.

Tampak pula, rombongan juga ikut mewarnai topeng Gerabah sambil diiringi dengan tembang mocopat Jawa.(ij