Perpustakaan Mendukung Pembangunan Manusia dan Mengurangi Kemiskinan

Perpustakaan Mendukung Pembangunan Manusia dan Mengurangi Kemiskinan

SHNet, Jakarta– Perpustakaan berperan dalam mewujudkan masyarakat berpengetahuan dan berkeahlian.

Oleh karena itu, perlu ikhtiar kolektif agar kegemaran membaca dan memanfaatkan layanan perpustakaan dapat menjadi bagian dari hidup keseharian masyarakat.

“Membaca merupakan faktor esensial dalam upaya membangun fondasi yang kokoh bagi terwujudnya budaya literasi, inovasi dan kreativitas masyarakat,” ujar Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando pada Pembukaan Rakornas Bidang Perpustakaan, di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (25/2).

Menurutnya peningkatan budaya literasi, inovasi dan kreativitas merupakan Kegiatan Prioritas Nasional yang dituangkan dalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020- 2024 diharapkan mampu mewujudkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam menyongsong era keterbukaan dan menyongsong bonus demografi 2035.

“Kegiatan Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2020 ini bertujuan untuk mengintegrasikan, dan mensinkronisasikan pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca antara pemangku kepentingan pembangunan perpustakaan lintas pusat dan daerah,” ujarnya.

Perpustakaan adalah ruang terbuka bagi masyarakat untuk mempertinggi pengetahuan sebagai prasyarat partisipasi dalam pembangunan.

“Perpustakaan berkontribusi aktif mendukung pembangunan manusia, dalam upaya mempercepat pengurangan kemiskinan yang disebabkan karena persoalan konektifitas dengan sumberdaya pengetahuan, ketersediaan sumberdaya pengetahuan untuk meningkatan kompetensi diri mengatasi keterbatasan akibat faktor geografis, fisiologis dan psikis masyarakat (UU No.43/2007 pasal 5),” kata Syarif Bando.

Syarif yakin kesenjangan pembangunan manusia antardaerah, khususnya pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluas harus dipersempit. Salah satu upaya mempersempit kesenjangan tersebut ialah meningkatkan akses pengetahuan ke seluruh pelosok tanah air.

Perpustakaan merupakan lembaga yang mampu memastikan setiap warga negara memperoleh akses pengetahuan secara terbuka di mana dan kapan pun mereka berada.

Perpustakaan Nasional dan seluruh perpustakaan di Indonesia, serta pemangku kepentingan berkomitmen untuk melakukan kesepakatan kolektif dalam akselerasi peningkatan budaya literasi, inovasi dan kreativitas melalui pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca di masyarakat.

Rakornas tahun ini, Selain Kepala Perpusnas dan Mendagri, juga menghadirkan para narasumber yang sangat luar biasa di bidang perpustakaan. Para narasumber terbagi dalam dua sesi. pertama sesi kebijakan yang diisi oleh perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, perwakilan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, perwakilan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, perwakilan Menteri Keuangan, dan Pimpinan Komisi X DPR RI.

Sesi kedua yaitu sesi teknokrak/praktisi yang diisi oleh Direktur Dana Transfer Khusus Kemenkeu, Direktur Pendidikan Tinggi, IPTEK dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Direktur Dekonsentrasi, Tugas Pembantu dan Kerjasama Kemendagri, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Duta Baca Indonesia, Kepala Dinas Provinsi dan Kearsipan Provinsi Kalimatan Selatan, Wakil Walikota Tegal, Pegiat Literasi, Asosiasi Perpustakaan Umum, Asosiasi Perpusatakaan Khusus, Asosiasi Perpusatakaan Sekolah, Asosiasi Perpusatakaan Perguruan Tinggi, Asosiasi Sarana Perpustakaan dan Ikatan Pustakawan Indonesia.

Peserta Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2020 berasal dari berbagai kalangan baik pemerintah, swasta maupun sukarelawan/pegiat yang berkaitan langsung dengan upaya pengembangan perpustakaan di Indonesia.Total peserta yang mengikuti Rakornas ini adalah sebanyak 1.500 orang, yang terdiri dari para kepala dinas perpustakaan Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/kota se-Indonesia, Bappeda se-Indonesia, Asosiasi Penerbit, Forum Perguruan Tinggi Negeri, Forum Perpustakaan khusus, Forum Perpustakaan sekolah, mitra perpusnas diseluruh wilayah Indonesia, seluruh pustakawan perpusnas, pejabat perpusnas dan seluruh kepala UPT Perpusnas. Rakornas ini diagendakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 25 – 27 Februari 2020.

Melalui forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan tahun 2020 ini, visi bersama, komitmen dan berbagi pengalaman antarpelaku pembangunan perpustakaan dan pegiat literasi di pusat dan daerah dipertemukan.

Penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan yang merupakan salah satu upaya dalam melaksanakan konsolidasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan di bidang perpustakaan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah terdapat dalam Rencana Strategis Perpustakaan Nasional RI.

Rapat Koordinasi Nasional ini juga mendukung proses perencanaan partisipatif yang melibatkan seluruh jajaran pemangku kepentingan di bidang perpustakaan, dengan mekanisme bottom up dan top down planning, disamping juga sebagai wadah konsolidasi, integrasi, harmonisasi, sinkronisasi dalam rangka penguatan dan penajaman program dan kegiatan, juga membangun interaksi atau interdependensi antara para pemangku kepentingan dengan Perpustakaan Nasional RI sehingga dapat meningkatkan kinerja lembaga Perpustakaan Nasional dalam menjawab tantangan dan kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2020 difokuskan pada upaya Perpustakaan Nasional untuk memantapkan program dan kegiatan dalam rangka pelaksanaan amanat yang terdapat dalam Perpres tentang RKP, Renstra Perpustakaan Nasional, serta perumusan rencana kedepan pembangunan di bidang perpustakaan.

“Capaian pembangunan bidang perpustakaan Indonesia tercermin dari beberapa aspek, yakni peningkatan jumlah ketersediaan perpustakaan, peningkatan kelembagaan perpustakaan daerah, penguatan kerangka regulasi, peningkatan akses masyarakat terhadap perpustakaan, serta kebijakan pembangunan nasional bidang perpustakaan,” katanya. (Stevani Elisabeth)