Pengacara Bantah, Juniar Bukanlah Seorang Terapis

Pengacara Bantah, Juniar Bukanlah Seorang Terapis

 

SHNet, Jakarta – Dengan tegas pengacara Kamaruddin Simanjuntak mengatakan, bahwa kliennya Juniar itu bukanlah seorang terapis sebagaimana disebutkan polisi.

“Ibu Juniar itu adalah sebagai pengusaha juga pemilik klinik kesehatan.Harus dipisahkan kata terapis dan pemilik klinik kesehatan. Namun yang jelaa, kliean saya ini adalah seorang pengusaha,” kata Kamaruddin.

Ia menjelaskan, kliennya yang berprofesi sebagai pengusaha klinik kesehatan ini sempat diberikan tanah seluas 2.625 meter persegi yang terletak di Jalan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jaksel. Sertifikat tanah senilai Rp40 miliar tersebut diberikan setelah kliennya diminta (alm) Basri Sudibjo yang ditandatangani dihadapan notaris.

“Basri memberikan sertifikat dengan meminta kepada Juniar menandatangani tanda terima sertifikat di notaris Garce Parulian Hutagalung pada bulan Maret 2017,” ungkapnya.

Kamaruddin juga menjelaskan kalau kliennya sudah menikah dengan (alm) Basri Sudibjo dikuatkan dengan adanya permohonan salah seorang anak (alm) Basri Sudibjo yang mengirimkan pesan berupa via WattsApp kepada Juniar agar memisahkan orangtuanya.

“Ada rekam digital dari anak alm Basri Sudibjo kepada ibu tirinya yang meminta agar memisahkan orangtuanya,” ucap Kamaruddin.

Pengacara yang dikenal kritis ini juga menuturkan bahwa Basri Sudibjo sempat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan ketika sedang dirawat di RS Siloam, Kebon Jeruk, pada Rabu 19 September 2018 lalu.

“Dari informasi orang yang terpercaya suami dari klien kami diduga telah dibawa pulang secara paksa sebelum sakitnya sembuh menggunakan mobil ambulance RS Siloam oleh Saudari Suzana Liany dan sdr Martin Adam dari RS Siloam,” ujarnya.

Kamaruddin menduga, kalau suami kliennya tersebut telah disekap oleh keduanya.

“Bahwa keterangan yang kami peroleh kalau Basri Soedibjo telah disekap dirumah saudari Liany dari tanggal 19 September 2018 sekitar pukul 08.46 WIB hingga meninggal dunia pada Rabu 10 Oktober 2018 sekitar pukul 08.46 WIB dengan cara dijemput oleh ambulance RS Siloam, Kebon Jeruk ke rumah sdri Liany.Namun, sudah tidak bernyawa,” pungkasnya.

Pun diketahui, Polda Metro Jaya menangkap tiga pelaku Juniar alias Vero, Agus Butar-Butar dan Muhammad Husein Hosea, atas tuduhan pemalsuan akta perkawinan dan akta ahli waris milik (alm) Basri Sudibjo senilai Rp40 miliar. (maya)