Kabau, Lalapan Beraroma Menyengat Tapi Menyehatkan

Kabau, Lalapan Beraroma Menyengat Tapi Menyehatkan

SHNet, Jakarta – Kabau, sebagian kalangan masyarakat Indonesia mengenalnya dan sebagian lagi masih belum paham apa itu kabau. Kabau adalah jenis lalapan yang sifatnya hampir mirip dengan jengkol dan petai.

Kabau ini berbentuk bulat tak beraturan, relatif kecil dan berada dalam satu polong, biasanya dalam satu polong berisi 6 sampai 10 biji kabau, tergantung besar atau kecilnya polong. Warnanya gelap dan pohonya besar menyerupai pohon jengkol. Tanaman yang masuk dalam marga Archidendron microcarpum ini banyak tumbuh di daerah tropis.

Tanaman yang mempunyai nama latin pithecolobium ellipticum ini sangat popular di Sumatera, saat ini belum banyak masyarakat yang membudidayakan tanaman ini, tanaman ini banyak tumbuh liar di tengah hutan.

Sama hal nya dengan jengkol dan petai, kabau juga kaya manfaat karena di dalam kabau mengandung vitamin A, B dan vitamin C, selain itu kabau juga mengandung protein, karbohidrat, serat, zat besi, kalsium, fosfor dan lemak. Semua nutrisi dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Karena mengandung serat yang cukup tinggi, kabau dapat melancarkan pencernaan, kandungan fosfor dan kalsiumnya selain dapat menutrisi tulang dan gigi juga dapat mendukung proses kerja otot tubuh. Kandungan vitaminya pun dapat berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain kaya manfaat, dalam mengkonsumsi kabau juga tidak boleh berlebihan karena jika terlalu banyak kabau dapat menyebabkan sakit pada pinggang dan sulit buang air kecil, kalau orang Sumatera menyebutnya tejerat kabau.

Siapa sangka banyak kalangan masyarakat di Indonesia menyukai lalapan ini walaupun mempunyai bau yang cukup menyengat, bisa dikatakan lebih menyengat aromanya dari pada jengkol dan petai. Kabau biasa di konsumsi mentah namun banyak pula yang membuat kabau menjadi olahan makanan seperti di jadikan olahan sambal atau balado. (ina)