Festival Dayak Meratus 2020 Siap Digelar di Desa Kapul

Festival Dayak Meratus 2020 Siap Digelar di Desa Kapul

Festival Dayak Meratus 2020 yang bakal digelar April mendatang. (Dok.www.genpi.co)

SHNet, Jakarta- Suku Dayak kental dengan tradisi dan budayanya yang eksotik. Tidak hanya pakaian adat, lukisan-lukisan dan tari-tariannya saja, tapi adat istiadatnya yang ikut memperkaya budaya Indonesia.

Pada 9-11 Oktober 2020 para wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Selatan dapat menyaksikan beragam kebudayaan Dayak di Festival Dayak Meratus 2020.

Kebudayaan Dayak yang ditampilkan secara kolosal tersebut dapat wisatawan saksikan dengan mengunjugi Desa Kapul, Halong, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Tak tanggung-tanggung, atraksi budaya tersebut kita saksikan selama 3 hari.

“Festival Dayak Meratus 2020 sangat kental dengan nuansa Dayak. Beragam tradisi dan budaya Dayak akan ditampilkan secara menarik melalui berbagai konten festival. Bagaimanapun, festival ini juga jadi bagian branding pariwisata,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Balangan Rody Rahmadi Noor, kemarin.

Salah satu yang dinantikan dalam event ini adalah Aruh Adat Baharin di Desa Tabuan, Balangan. Aruh Adat Baharin adalah bentuk rasa syukur atas melimpahnya hasil panen. Ritual ini juga bentuk penghormatan arwah leluhur.

Masyarakat Dayak percaya, arwah leluhur senantiasa melindungi mereka dari malapetaka. Sebagai medianya, mereka menyembelih beberapa ekor kerbau, kambing, hingga ayam. Ada beberapa tahapan yang dijalaninya.

Festival juga akan menyajikan Tarian Dayak Kolosal. Secara umum, masyarakat Dayak di Balangan memiliki beragam jenis tarian dan beberapa diantaranya sakral. Sebut saja Tari Gintur Dadas dan Tari Mandau. Tari Gintur Dadas bisa menghadirkan roh leluhur. Setelah pembacaan mantra oleh Balian, tarian ini lalu dibawakan dengan hentakan kaki. Musik pengiringnya Babun dan Kanung.

“Ada banyak keajaiban yang ditawarkan oleh Festival Dayak Meratus 2020. Beberapa memang kental dengan nuansa spiritual dan filosofi besar yang melingkupinya. Kami harap, itu semua jadi pengetahuan baru bagi wisatawan,” jelas Rody lagi.

Beberapa atraksi magis khas suku Dayak juga sudah disiapkan Festival Dayak Meratus 2020. Ada Atraksi Naik Pohon Manau Berduri, Mandi Api dan Duri, hingga Atraksi Sumpit.

“Festival Dayak Meratus 2020 sangat kental dengan nuansa magis. Hal ini tentu menjadi daya tarik luar biasa. Selain event, beragam aksi spektakuler ini bisa dinikmati langsung pada banyak destinasi wisata Kalimantan Selatan khususnya Balangan,” ungkap Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelengggara Kegiatan (Event) Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf Rizki Handayani.

Sisi lain dari budaya Dayak pun disempurnakan dengan beragam Lomba Olahraga Tradisional. Suku Dayak Meratus memang memiliki beberapa olahraga tradisional dan dilestarikan hingga sekarang. Rizki menambahkan, Festival Dayak Meratus 2020 akan menaikan arus kunjungan wisatawan dan terus memberikan impact positif secara menyeluruh.

“Event ini sangat potensial untuk terus menaikan jumlah kunjungan wisatawan. Selain kontennya unik dan menarik, festival ini dukung aksesibilitas dan amenitas yang bagus. Kami optimistis, industri pariwisata akan berkembang kompetitif di sana dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” tutup Rizki. (Stevani Elisabeth)