Desa Cawang Penghasil Durian dari Bengkulu

Desa Cawang Penghasil Durian dari Bengkulu

SHNet, Jakarta – Durian merupakan salah satu buah favorit, yang kerap diburu masyarakat saat sedang musimnya. Tak hanya dimakan langsung, durian dapat dikonsumsi bersama ketan, kopi, dijadikan es, ataupun menjadi selai martabak.

Penjual durian dapat dijumpai di berbagai sudut di Kota Bengkulu, dengan harga yang beragam, mulai dari Rp15 ribu hingga Rp40 ribu perbuahnya.

Durian tersebut, berasal dari kabupaten penyanggah Kota Bengkulu, yakni Bengkulu Tengah dan Seluma. Di Kabupaten Seluma, salah satu tempat yang menjadi pusat perkebunan durian adalah desa Cawang, kecamatan Lubuk.

Untuk menuju desa Cawang, harus menggunakan kendaraan khusus seperti mobil double gardan, motor cross, ataupun motor modifikasi.

Dari Kota Bengkulu dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam menuju desa terakhir, dan setengah jam lagi melalui jalan dengan tekstur tanah dan berbatu.

Setibanya di desa, durian terlihat menumpuk di depan rumah rumah warga, yang siap dijual ke pengepul untuk dijual kembali. Durian tersebut merupakan hasil panen dari kebun sendiri, ataupun dibeli dari petani seharga kisaran Rp 5000.

Setelah itu, durian dijual di ke penjual durian yang berada di perbatasan desa. Biasanya, pembeli datang ke tempat tersebut, dan membeli durian dalam jumlah banyak.

Membeli durian sebanyak satu buah motor dengan dua karung di sisinya, seharga Rp 500 ribu. Dari harga tersebut, durian yang didapat berjumlah puluhan buah dengan berbagai ukuran dan kualitas.

“Kalau mau ambil (beli) 500 bang, segitu harganya, saya beli 450 tadi,” ujar penjual yang enggan menyebutkan namanya.

Berjarak kurang lebih dua kilometer, kami menemui salah satu penjual durian, yang baru saja membeli dari penjual di desa Cawang. Ia menolak untuk menjual, dengan alasan ingin menjual durian di Bengkulu.

“Kalau ini (menunjukkan durian ukuran besar) harganya lima belas ribu, tetapi maaf ya saya tidak mau jual, sudah ditunggu keluarga di Bumi Ayu (Kota Bengkulu) mau dijual disitu,” ujar Budi Haryanto, penjual durian yang sedang merapikan durian di motornya usai istirahat di warung warga. (maya)