Aset Jamkrindo Syariah 2019 Menembus Rp 1.059 Triliun

Aset Jamkrindo Syariah 2019 Menembus Rp 1.059 Triliun

Aset PT Penjaminan Jamkrindo Syariah tahun 2019 menembus Rp 1.059 triliun. (SHNet/stevani elisabeth)

SHNet, Jakarta- Aset PT Penjaminan Jamkrindo Syariah hingga akhir 2019 menembus Rp 1.059 triliun atau tumbuh 41,92 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp 746 miliar.

“Di dunia syariah, tidak banyak perusahaan yang memiliki aset hingga Rp 1 tiliun. Perusahaan yang bisa memiliki aset sebesar itu jumlahnya kurang dari 10,” ujar Direktur Utama PT Penjaminan Jamsyar Gatot Suprabowo dalam jumpa pers Laporan Keuangan Audited Tahun 2019 PT Penjaminan Jamkrindo Syariah, di Jakarta, Selasa (25/2).

Gatot menjelaskan, sepanjang tahun 2019, Jamsyar telah mencapai kinerja tetap istimewa.dimana semua target tercapai. Selain itu laporan keuangan Jamkrindo selama 5 tahun berturut-turut merah Wajar Tanpa Pengecualian atau wajar tanpa ada modifikasi.

“Laporan keuangan kami di 2019 juga meraih Wajar Tanpa Pengecualian atau wajar tanpa ada modifikasi selama 5 tahun berturut-turut,” ujarnya.

Pada tahun 2019 juga ada tanbahan modal dari pemegang saham sebesar Rp 175 miliar. Bahkan Januari 2020 sudah ada tambahan modal sebesar Rp 75 miliar. Aset juga terdorong penerimaan Imbal Jasa Kafalah senilai Rp 295,32 miliar.

Gatot pun menjelaskan penambahan tersebut juga meningkatkan pertumbuhan dana kelolaan Jamsyar yang berupa deposito dan Surat Berharga Syariah Negara senilai Rp 495,24 miliar dan Rp 163,65 miliar.

“Penempatan dana kelolaan di deposito dan SBSN terbilang aman dan cukup liquid,” ungkap dia.

Disamping dua komponen tersebut, pertumbuhan aset Jamsyar juga disumbang oleh komponen Biaya Dibayar di Muka dan Aset Lain-Lain. Biaya Dibayar di Muka tersebut sebagian besar merupakan biaya penjaminan ulang / re-asuransi atas penjaminan yang belum jatuh tempo dan belum diakui sebagai biaya pada komponen laba (rugi).

Di sisi liabilitas, komponen liabilitas terbesar adalah Pendapatan Ditangguhkan, yaitu sebesar Rp 448, 83 miliar. Pendapatan Ditangguhkan tersebut tumbuh sebesar 24,14 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur Keuangan, SDM dan Umum, Endang Sri Winarni menyatakan laba tahun berjalan Jamsyar pada tahun buku 2019 adalah sebesar Rp 36,57 miliar atau tumbuh sebesar 62,25 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan pendapatan penjaminan dan pendapatan investasi masing-masing sebesar 42,93 persen dan 82,54 persen.

Gatot menambahkan, dengan kondisi keuangan Jamsyar seperti ini, maka tahun 2020, Jamsyar akan menyalurkan zakat sebesar Rp 915 juta atau 2,5 persen dari laba Rp 36,57 miliar.

Menurutnya, perseroan optimistis memasuki 2020. bahkan Pihaknya telah menetapkan binis plan secara detail mulai dari perencanaan SDM, pemanfaatan teknologi informasi (IT), peluncuran produk baru hingga pembukaan kantor cabang baru. (Stevani Elisabeth)