Serunya Berkunjung ke Kampung Batik Semarang

Serunya Berkunjung ke Kampung Batik Semarang

Pintu masuk ke Kampung Batik Semarang. (Dok.www.travelblog.id)

SHNet, Semarang- Berkunjung ke Semarang, wisatawan tak hanya bisa menyaksikan keindahan alam, sejarah dan kuliner saja. Wisatawan juga bisa mengunjungi pemukinan penduduk di Kampung Batik Semarang.

Dikutip dari www.travelblog.id setelah berhasil membuat kampung pelangi, warga Semarang kembali berinovasi dengan membuat tempat wisata baru, yaitu Kampung Batik Semarang. Tidak hanya menyulap bangunan-bangunan di kampung dengan ukiran-ukiran batik, tetapi turis yang datang ke sini bisa ikut meyaksikan secara langsung proses membatik bahkan ikut belajar membatik.

Dinding-dinding rumah penduduk dibatik. (Dok.www.travelblog.id)

Kampung Batik Semarang terletak tidak jauh dari Stasiun Semarang Tawang. Lokasinya tepat di Desa Bojong, Semarang Timur, tak jauh dari Kawasan Kota Lama dan Pasar Johar. Di sana wisatawan bisa naik kendaraan umum ataupun ojek daring. Lokasinya benar-benar mudah dijangkau.

Sebenarnya, Kampung Batik Semarang bukan benar-benar baru ada. Kampung ini sudah ada sejak masa penjajahan. Sayangnya, kampung ini hangus terbakar tahun 1942. Tahun 2006, warga kampung akhirnya berhasil menghidupkan kampung ini kembali hingga berkembang sampai sekarang. Meskipun tidak sepopuler batik dari Solo, Yogyakarta, dan Pekalongan, batik Semarang tetap dikenal hingga tingkat internasional.

Di Kampung Batik Semarang, bangunan-bangunan yang ada diukir batik oleh warga lokal. Dinding-dindingnya penuh dengan batik khas Semarang. Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang ukiran ini. Pos Kamling dan gazebo juga semuanya bernuansa batik. Dinding bangunan di paling ujung memberikan gambaran proses pembuatan batik tulis. Hal itu bisa menjadi pembelajaran berharga bagi pengunjung yang datang.

Pos Kamling juga dibatik. (Dok.www.travelblog.id)

Ada satu spot jalan yang seluruh jalannya dihiasi dengan ukiran batik. Ukiran batik itu dicampur dengan gambar berbentuk wayang beber yang menceritakan sejarah Semarang. Beber artinya jenis wayang yang ditampilkan melalui paparan gambar yang telah disiapkan sebelumnya.

Pengunjung bisa sekalian meminta warga lokal untuk menjelaskan sejarah Semarang dalam gambar itu. Pengendara motor dilarang melintas di jalan ini. Jadi, pengunjung bisa berfoto dengan nyaman dan leluasa. Untuk berfoto di jalan ini, pengunjung harus membayar ya. Jumlahnya seikhlasnya saja kok. Hal itu untuk memberikan fasilitas penunjang kepada pekerja seni di kampung, misalnya cat dan kuas.

Saat berkunjung ke Kampung Batik Semarang, kalian bisa melakukan banyak hal selain berfoto di bangunan-bangunan yang menunjukkan kekhasan Kampung Batik. Selain itu, pengunjung bisa berbelanja batik seara langsung dari perajin yang ada di kampung.

Barang-barang yang dijual di sini berupa kain batik, pakaian batik, syal, outer, sepatu, dompet, tas, dan variasi batik lainnya. Pilihan motifnya juga beragam dan lengkap. Harganya mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 5.000.000. Harga yang terjangkau untuk budget traveller biasanya berupa batik cap, sedangkan batik tulis dihargai cukup mahal karena proses pembuatannya yang tidak mudah dan butuh waktu cukup lama. Saat membeli ini, kalian bisa bertanya tentang makna yang terkandung dalam corak batik yang kalian beli.

Selain membeli, pengunjung bisa sekalian belajar membatik langsung dari ahlinya di Kampung Batik Semarang. Proses yang diajarkan sangat lengkap mulai dari membuat pola, menorehkan malam dengan canting di atas kain, sampai mencuci dan menjemurnya. Nah, belajar membatik ini tidaklah gratis. Kalian dikenai tarif sebesar Rp25.000 per orang. Cukup murah bukan? Kalian bisa membawa batik buatan kalian dengan membelinya secara langsung. (Stevani Elisabeth)