“Seni Rupa Nol Lagi” Jadi Ajang “Temu Kangen” Seniman Kediri

“Seni Rupa Nol Lagi” Jadi Ajang “Temu Kangen” Seniman Kediri

Suasana Gelar Karya “Seni Rupa Nol Lagi”, di Pendopo Kawedanan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1). [SHNet/whm]

SHNet, Kediri – Mulai dari nol lagi. Pernyataan ini merupakan semangat baru yang sepertinya terpatri dalam hati para seniman asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, yang mengikuti Gelar Karya di Pendopo Kawedanan Pare, Kediri, 16-19 Januari 2020 ini.

Kenapa begitu? Sebab, sudah lebih dari satu dasawarsa para seniman dan perupa yang tergabung dalam Sanggar Kadiri ini, rupanya telah meninggalkan ke-guyub-an yang mesra yang pernah terjalin di waktu-waktu sebelumnya.

Choirul Anam bersama lukisannya pada Gelar Karya “Seni Rupa Nol Lagi”, di Pendopo Kawedanan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1). [SHNet/whm]

“Sanggar Kadiri aktif sejak era 1990-an sampai sekitar tahun 2005-an. Setelah itu vakum sampai tahun 2017,” kata Ketua Sanggar Kadiri, Eko Sudadik, di lokasi Pameran Seni Rupa Nol Lagi, di Kawedanan Pare, Minggu (19/1).

Menurut Eko, para pelukis dan perupa yang tergabung dalam Sanggar Kadiri, selama beberapa tahun sempat eksis karena rutin berpameran bersama. Namun, setelah tahun 2005-an masing-masing seniman dan perupa “berjalan sendiri-sendiri”. Akibatnya, bukan hanya vakum, Sanggar Kadiri sempat bubar.

Eko Sudadik bersama lukisannya pada Gelar Karya “Seni Rupa Nol Lagi”, di Pendopo Kawedanan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1). [SHNet/whm]

Pada masa-masa bubar tersebut, para seniman Kediri ada yang bergabung dengan kegiatan pameran para seniman di Kota Madya Kediri yang diinisiasi antara lain oleh Perupa Kediri Raya (PKR). Ada pula seniman yang berpameran di berbagai kota lain. Selebihnya, asyik dengan kesibukan masing-masing, bahkan sebagian lagi vakum berkarya.

“Saya tidak melukis, antara lain karena belum punya cat minyak dan kanvas,” kata salah seorang pelukis yang baru mulai melukis lagi pada 2019, setelah ada inisiatif untuk penyelenggaraan Pameran Seni Rupa Nol Lagi.

Ahmad Budiarto bersama lukisannya pada Gelar Karya “Seni Rupa Nol Lagi”, di Pendopo Kawedanan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1). [SHNet/whm]

Terusik Pertanyaan Warga
Eko sendiri pada 2016 telah asyik mengikut sejumlah pameran, atara lain bersama Komunitas Perupa Jawa Timur (Koperjati). Sementara para seniman Kediri asyik dengan kegiatan masing-masing, Eko terusik oleh warga masyarakat yang mempertanyakan, mengapa di Pare sudah lama tidak ada lagi penyelenggaraan pameran lukisan?

Iswanto bersama lukisannya pada Gelar Karya “Seni Rupa Nol Lagi”, di Pendopo Kawedanan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1). [SHNet/whm]

Menyikapi pertanyaan masyarakat tersebut, para seniman Kediri pun memunculkan kembali keinginan untuk menyelenggarakan kegiatan bersama. Kali ini, dengan menyeleksi peserta. Sanggar Kadiri pun kembali dibentuk, dan mulai mengadakan sejumlah rapat dan upaya untuk memulai menyelenggarakan pameran lagi.

Wiwied Asri Sutanto bersama lukisannya pada Gelar Karya “Seni Rupa Nol Lagi”, di Pendopo Kawedanan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1). [SHNet/whm]

“Pada 2017, kami pun mulai rapat. Tapi penyelenggaraan pameran di tahun 2017 tersebut batal, karena terbentur masalah sarana-prasarana,” tutur Eko.

Menurutnya, para seniman umumnya tidak memiliki sketsel.

Joko Amono bersama lukisannya pada Gelar Karya “Seni Rupa Nol Lagi”, di Pendopo Kawedanan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1). [SHNet/whm]

“Kalau soal lukisan, saya yakin para seniman punya banyak. Tapi kalau sketsel, belum tentu semua seniman punya,” tutur Eko.

Pada tahun 2018, para seniman pun rapat lagi untuk mempersiapkan pameran bersama. Tapi penyelenggaraan pameran yang sedianya bakal diselenggarakan di tahun itu, ternyata harus diundur. Lagi-lagi, karena terbentur persoalan pembiayaan. Sampai akhirnya pada tahun 2019, barulah para seniman menurut Eko “berani” benar-benar menyelenggarakan pameran.

Namun, keberanian tersebut rupanya masih harus diuji dengan tantangan. Kali ini, penyelenggaraan pameran terhambat oleh masalah perizinan. Akibatnya, penyelenggaraan pameran yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2019, mundur pelaksanaannya ke tahun berikutnya, tepatnya 16-19 Januari 2020.

Indratnho bersama lukisannya pada Gelar Karya “Seni Rupa Nol Lagi”, di Pendopo Kawedanan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1). [SHNet/whm]

“Izin penggunaan Kawedanan Pare, ternyata harus ke Kabupaten Kediri, bukan ke Kecamatan Pare. Surat izin pun harus langsung ditujukan ke Bupati Kediri,” kata Eko.

Sanggar Kadiri Seperti Sebuah Keluarga
Eko menekankan, inti penyelenggaraan pameran kali ini adalah kebersamaan dan temu kangen antara seniman Kediri. Hal ini menurut Eko, tergambar pada saat pembukaan acara pameran pada Jumat (17/1). Seperti halnya acara kangen-kangenan pada umumnya, suasana perjumpaan antarseniman Kediri yang lama tidak berpameran bersama, pada acara kali ini terasa hangat.

Kang Hilal bersama lukisannya pada Gelar Karya “Seni Rupa Nol Lagi”, di Pendopo Kawedanan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Minggu (19/1). [SHNet/whm]

“Jadi, waktu pembukaan suasananya benar-benar hangat, terbuka, dan akrab,” tutur Eko.

Kali ini, peserta pameran bukan hanya para seniman senior yang dulu pernah guyub bersama, melainkan juga anak-anak muda yang antara lain adalah anak dari para seniman.

“Jadi Sanggar Kadiri kita ibaratkan sebuah keluarga. Bapaknya dulu adalah teman kita. Anaknya yang dulu kita emong, sekarang juga jadi teman kita. Kami bersama-sama mengerjakan pameran ini,” kata Eko. (whm)