Pemda DKI dan Tangsel Harus Normalisasi Kali Angke

Pemda DKI dan Tangsel Harus Normalisasi Kali Angke

SHNet, JAKARTA – Normalisasi sungai menjadi kunci penangangan banjir di wilayah Jabodetabek. Penyempitan penyumbatan daerah aliran sungai (DAS) mengakibatkan air meluber ke pemukiman warga pada banjir awal tahun 2020 lalu.

Jika tidak ada langkah yang diambil, ke depan bencana banjir di sepanjang aliran sungai itu akan terus terjadi dan makin massif. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Banjir Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menemukan bahwa banjir yang menggenang Perumahan Griya Ciledug Indah, misalnya, lebih karena normalisasi Kali Angke mandeg.

Apakah yang dipakai normalisasi atau naturalisasi atau istilah lain, hal yang dibutuhkan adalah tindakan konkrit di lapangan.

Direktur Rumah Umum dan Komersial, Moch Yusuf Hariagung, usai melakukan peninjauan di daerah Ciledug beberapa waktu lalu mengungkapkan ada penyempitan yang membentuk leher pada Kali Angke, baik yang masuk wilayah DKI Jakarta, Tangerang Selatan dan Banten. “Kita sarankan agar dinormaliasi. Dikeruk dan dilebarkan lagi,” katanya.

Di Perumahan Griya Ciledug Indah pernah mengalami masalah banjir pada tahun 2002. Sejumlah penanganan dilakukan dan hasilnya banjir agak berkurang di tahun-tahun berikutnya. Namun, banjir pada tutup dan buka tahun 2020 jauh lebih dahsyat dari berbagi banjir yang pernah menimpa daerah itu.

Pihak Kementerian PUPR, telah meminta Dinas PU Banten dan Tangerang Selatan untuk mengambil langkah yang dibutuhkan pada bagian yang menjadi kewenangannya masing-masing. Moch Yusuf Hariagung berharap penangangan masalah banjir di wilayah tidak menunggu terjadi banjir. Sebaliknya harus melakukan antisipasi dan perencanaan jangka panjang.

Diakuinya, masalah tata ruang yang kurang baik, darinase yang buruk juga ikut menyumbang terjadinya banjir, selain masalah sampah dan struktur tanah yang jenuh air. Pihaknya juga berharap agar antara daerah bisa saling berkoordinasi dan bekerja sama untuk penanganan bencana banjir jangka panjang. (ij)