Para Pemuda Ini Rutin Tanam Pohon di Pinggir Jalan

Para Pemuda Ini Rutin Tanam Pohon di Pinggir Jalan

SHNet, BANDUNG – Kawasan Bandung Utara (KBU) yang dilanda krisis erosi puluhan tahun membutuhkan penanganan khusus. Banyaknya aksi tanam pohon yang dilakukan belum memberikan harapan karena selain jumlahnya sedikit juga sering dilakukan hanya dalam kegiatan seremoni.

Yayan Hadian, pemuda petani, Ketua Grup Pertanian Tanaman Obat Cimenyan bersama lima orang temannya sepanjang musim penghujan selalu menyempatkan diri mengambil langkah praktis dengan menenam pohon di lahan yang rawan longsor. Dilakukan rutin setiap pekan khusus untuk pinggir kali dan pinggir jalan.

“Setiap pekan minimal setengah hari kami menanam pohon untuk kepentingan umum. Biasanya bisa menanam 60 hingga 100 pohon. Kami menemukan banyak sekali ruang kosong pinggir jalan yang mengalami erosi dan dibiarkan puluhan tahun tanpa tindakan,” kata bekas pekerja Cleaning Service yang kini berkelompok bersama para petani membangun pembibitan dan gerakan pertanian ramah lingkungan itu.

Kepada SHNet, Yayan mengatakan, Kawasan Bandung Utara ini harus digarap dengan terobosan di luar kegiatan seremoni yang penanaman pohonnya menyasar pada lokasi-lokasi erosi yang dekat dengan kali. “Teman-teman kota dan pemerintah kalau kegiatan di Bandung Utara sering seremoni. Butuhnya bibit jutaan tapi hanya dikirim ribuan dan aksinya terkadang di tempat yang tidak memenuhi target skala prioritas seperti lereng pinggir jalan atau dekat kali,” jelasnya.

Yayan dan teman-temannya juga aktif mengontrol tanaman yang ditanam karena sering pada masa 1 tahun awal mudah mati. “Bibit tanaman sebagian besar adalah amanah karena ada yang menyumbang yang kita punya komitmen menanam dan merawatnya. Kami ingin para donatur bisa melihat hasil bertahannya pohon di masa mendatang,” jelas Yayan. (Hamid/odesa.id)