Mendikbud Apresiasi Program YPA-MDR, Ini Alasannya

Mendikbud Apresiasi Program YPA-MDR, Ini Alasannya

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Anwar Makarim saat menghadiri Seminar Nasional & Science Fair Karya Ilmiah Guru serta Siswa Binaan YPA-MDR, di Jakarta, Jumat (24/1). (Ist)

SHNet, Jakarta- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi dan suka dengan program Yayasan Pendidikan Astra-Michael D Ruslim (YPA-MDR). YPA-MDR dibentuk oleh PT Astra Internasional Tbk.

“Saya suka dengan program Astra, ini ada beberapa alasannya. Pertama, penggunaan teknologi yang tepat. Kedua, sifatnya gotong royong dan kolaborasi dan ketiga, tantangannya,” ujar Nadiem dalam Seminar Nasional & Science Fair Karya Ilmiah dan Inovasi Guru serta Siswa Binaan YPA-MDR, di Jakarta, Jumat (24/1).

Menurutnya, teknologi pada dasarnya untuk mebantu manusia dalam sistem seperti informasi dan sebagainya. Ia juga menekankan pentingnya gotong royong dan kolaborasi dalam sistem pendidikan di Indonesia.

Nadiem mengatakan, pendidikan itu unik karena produk yang dihasilkan adalah bibit-bibit masa depan bangsa. “Kualitas pendidikan yang baik adalah adanya interaksi antara guru dan siswa di kelas dan interaksi guru-guru antar sekolah,” ungkapnya.

Sekolah yang baik, lanjut Mendikbud, adalah sekolah yang punya inovatif pembelajaran yang baik. Untuk menciptakan budaya pembelajaran inovatif, maka harus ada banyak ruang untuk banyak bertanya. “Selama ini yang terjadi adalah administrasi silabus, bukan pembelajaran.” tegas Nadiem.

Ia juga mengatakan, perusahaan harus melihat pendidikan itu sebagai investasi bukan sebagai CSR. “Lima tahun ke depan, saya akan petakan perusahaan-perusahaan yang tekun berpartisipasi dalam pendidikan. Pendidikan bukan filantropi tapi investasi masa depan kita,” tuturnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Direktur PT Astra Internasional, Paulus Bambang Widjanarko. Menurutnya, apa yang dilakukan Astra di bidang pendidikan tidak hanya charity, tetapi harus berdampak bagi bangsa dan negara.

“Tidak sekedar bikin sekolah bagus, tetapi kami datang untuk berbagi dan menjadikan orang berdampak bagi bangsa dan negara.” ujarnya.

Tahun ini, Astra punya program adopsi satu kecamatan yakni Kecamatan Rote Ndao. Menurutnya, masih banyak anak di kecamatan tersebut yang belum bisa membaca dan menulis.

“Kami butuh guru-guru yang berdedikasi dan sistem yang baik, sehingga 5 tahun ke depan ada anak-anak tangguh yang muncul dari Kecamatan Rote Ndao,” kata Paulus.

Ketua Pengurus YPA-MDR, Herawati Prasetyo mengatakan “Seminar Pendidikan Nasional kali ini bertemakan Transformasi Pendidikan Menyongsong Era Society 5.0, karena YPA-MDR sangat menyadari pentingnya sekolah, khususnya para guru, untuk berani bertransformasi dalam mengupayakan peningkatan mutu pendidikan yang mampu menyiapkan anak didik untuk memasuki kehidupan era Society 5.0 yang sarat dengan tuntutan penguasaan kompetensi global, terutama pada bidang teknologi informasi dan komunikasi”.

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 500 orang ini, menampilkan pemaparan karya ilmiah dan inovasi pembelajaran Guru binaan YPA-MDR atas hasil penelitian tindakan kelas (PTK) yang selanjutnya akan di publikasikan melalui Media Jurnal Ilmiah.

Herawati menambahkan, “PT Astra International Tbk melalui YPA-MDR berkomitmen kuat untuk terus mendorong dan memfasilitasi guru dibidang penyusunan karya tulis ilmiah, penelitian pendidikan dan karya inovasi pembelajaran. Selama tiga tahun terakhir, telah dihasilkan lebih dari 150 karya tulis ilmiah dari para guru binaan, berupa PTK dan karya Inobel. Beberapa diantaranya telah memenangkan Lomba Innovasi Guru PT Astra International Tbk dan Lomba Inobel Guru di tingkat Nasional yang diselenggarakan setiap tahun”.

Pada kesempatan yang sama, YPA-MDR meluncurkan School Collaboration System (SCS) yang merupakan sistem kolaborasi antar sekolah sebagai media pembelajaran baik dari proses persiapan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran di Sekolah serta terintegrasi dalam proses pembelajaran digital (E-Learning) yang dapat digunakan

Astra melalui YPA-MDR telah berkomitmen terlibat langsung dalam melahirkan SDM unggul menuju Indonesia maju yang merupakan visi misi Pemerintah Republik Indonesia, yaitu melalui peningkatan mutu Pendidikan khususnya para pendidik dan siswa di daerah prasejahtera. Sejalan pula dengan visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mencanangkan #MerdekaBelajar dimana guru-guru binaan dilatih untuk terus memiliki kemerdekaan berpikir dalam menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta menghormati perubahan yang harus terjadi agar pembelajaran itu mulai terjadi di berbagai macam sekolah. Tuntutan guru dengan metode High Order Thinking Skills (HOTS) salah satunya yang kami kembangkan untuk peningkatan mutu guru kami, Sekolah berbasis riset dan sekolah berbasis digital secara bertahap kami terapkan di sekolah-sekolah Astra yang sudah mencapai unggul. Semua program bantuan Pendidikan bertujuan membangun kompetensi guru yang harus menjawab tuntutan jaman. (Stevani Elisabeth)